Lompat ke konten
Read this post in: de_DEen_USes_ESfr_FRid_IDjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW
Home » Agile & Scrum » Membuat Cerita Pengguna yang Efektif: Panduan untuk Versi Baik dan Buruk

Membuat Cerita Pengguna yang Efektif: Panduan untuk Versi Baik dan Buruk

Pendahuluan

Cerita penggunaadalah blok bangunan dari pengembangan perangkat lunak yang sukses, berfungsi sebagai alat komunikasi antara pemangku kepentingan dan tim pengembangan. Namun, tidak semua cerita pengguna dibuat sama. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi ciri-ciri versi baik dan buruk dari cerita pengguna, menggunakan template:

Effective User Stories - 3C's and INVEST Guide

Mari kita masuk ke hal-hal halus dalam membuat cerita pengguna yang membuka jalan bagi pengembangan yang lancar dan kepuasan pengguna.

Versi Baik 1:

“Sebagai pembeli online yang sering, saya ingin menyimpan item favorit saya di daftar keinginan, agar saya bisa dengan mudah menemukan dan membelinya nanti.”

Penjelasan:

Cerita pengguna ini efektif karena secara jelas mendefinisikan pengguna (pembeli online yang sering), tindakan yang ingin dilakukan (menyimpan item di daftar keinginan), dan manfaatnya (pemulihan dan pembelian yang mudah nanti). Ini spesifik, ringkas, dan berfokus pada memenuhi kebutuhan pengguna yang sebenarnya.

Versi Buruk 1:

“Sebagai pengguna, saya ingin fitur belanja online, agar saya bisa membeli barang-barang.”

Penjelasan:

Cerita pengguna ini kurang spesifik dan gagal memberikan gambaran jelas tentang tujuan pengguna. Tidak menyebutkan jenis fitur apa yang diinginkan pengguna, sehingga sulit bagi tim pengembangan untuk menerapkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Kebingungan dapat menyebabkan salah paham dan pemborosan usaha pengembangan.

Versi Baik 2:

“Sebagai manajer proyek, saya ingin menyaring tugas berdasarkan prioritas di alat manajemen proyek, agar saya bisa dengan cepat mengidentifikasi dan menangani tugas-tugas berprioritas tinggi.”

Penjelasan:

Cerita pengguna ini dibuat dengan baik karena mengidentifikasi pengguna (manajer proyek), menentukan tindakan (menyaring tugas berdasarkan prioritas), dan menguraikan manfaatnya (identifikasi cepat dan penanganan tugas berprioritas tinggi). Ini memberikan arahan yang jelas bagi tim pengembangan untuk menerapkan fitur yang meningkatkan alur kerja pengguna.

Versi Buruk 2:

“Sebagai manajer proyek, saya ingin lebih banyak fitur di alat manajemen proyek, agar lebih baik.”

Penjelasan:

Cerita pengguna ini samar dan tidak jelas tentang fitur spesifik apa yang diinginkan manajer proyek. Tanpa pemahaman yang jelas tentang kebutuhan pengguna, tim pengembangan mungkin kesulitan menghadirkan solusi yang sesuai dengan harapan pengguna. Kurangnya kejelasan dapat menyebabkan produk gagal memenuhi kebutuhan sebenarnya pengguna.

Kiat dan Trik untuk Menulis Cerita Pengguna yang Efektif

Membuat cerita pengguna yang efektif adalah seni yang dapat sangat memengaruhi keberhasilan suatu proyek. Berikut ini beberapa kiat dan trik untuk membantu Anda menulis cerita pengguna secara efektif:

  1. Fokus pada Pengguna:
    • Jelas mengidentifikasi pengguna atau persona yang menjadi target cerita ini. Hal ini menambah konteks dan membantu tim pengembangan memahami sudut pandang pengguna.
  2. Gunakan Template:
    • Patuhi template “Sebagai [pengguna], saya ingin [melakukan sesuatu], agar [manfaat]”. Struktur ini memastikan bahwa cerita pengguna Anda ringkas, fokus, dan mudah dipahami.
  3. Bersifat Spesifik:
    • Jelas mendefinisikan tindakan yang ingin dilakukan pengguna dan manfaat yang diharapkan. Hindari bahasa yang samar yang dapat menyebabkan salah paham.
  4. Urutkan dan Prioritaskan:
    • Prioritaskan cerita pengguna berdasarkan kebutuhan pengguna dan persyaratan proyek. Pertimbangkan pengurutan mereka secara logis untuk membimbing proses pengembangan.
  5. Jadikan kecil:
    • Pecah fitur yang lebih besar menjadi cerita pengguna yang lebih kecil dan dapat dikelola. Ini membuat lebih mudah untuk memperkirakan, merencanakan, dan menerapkan.
  6. Independen dan Dapat Diuji:
    • Pastikan setiap cerita pengguna bersifat independen dan dapat diuji. Ini membuat lebih mudah melacak kemajuan dan memastikan bahwa setiap cerita memberikan nilai nyata.
  7. Sertakan Kriteria Penerimaan:
    • Tentukan secara jelas kriteria penerimaan untuk setiap cerita pengguna. Kriteria ini berfungsi sebagai syarat yang harus dipenuhi agar cerita dianggap selesai.
  8. Berkolaborasi dengan Pemangku Kepentingan:
    • Libatkan pemangku kepentingan dalam proses pembuatan cerita pengguna. Masukan mereka dapat memberikan konteks berharga dan membantu menyempurnakan cerita agar lebih memenuhi kebutuhan pengguna.
  9. Gunakan Bahasa yang Santai:
    • Tulis cerita pengguna dengan nada yang alami dan santai. Ini membuatnya lebih mudah diakses oleh semua anggota tim, termasuk mereka yang mungkin tidak terlalu terlibat dalam aspek teknis.
  10. Jaga Tujuan Akhir dalam Pikiran:
    • Selalu kaitkan cerita pengguna kembali dengan tujuan proyek secara keseluruhan. Memahami gambaran besar membantu tim tetap fokus pada memberikan nilai kepada pengguna akhir.
  11. Iterasi dan Sempurnakan:
    • Cerita pengguna tidak bersifat mutlak. Terima pendekatan iteratif dan bersedia menyempurnakan serta memperbarui cerita seiring perkembangan proyek dan munculnya informasi lebih lanjut.
  12. Sertakan Persyaratan Non-Fungsional:
    • Jangan lupa menyertakan persyaratan non-fungsional (kinerja, keamanan, dll.) dalam cerita pengguna Anda. Ini sangat penting untuk keberhasilan dan kualitas keseluruhan produk.
  13. Dorong Kolaborasi:
    • Dorong kolaborasi antar anggota tim. Dorong diskusi tentang cerita pengguna untuk memastikan pemahaman bersama di antara semua pemangku kepentingan.
  14. Ulas dan Refleksikan:
    • Secara rutin ulas dan refleksikan efektivitas cerita pengguna Anda. Pelajari dari setiap iterasi dan terapkan perbaikan pada cerita di masa depan.

Dengan mengintegrasikan tips dan trik ini ke dalam proses penulisan cerita pengguna Anda, Anda akan berkontribusi pada proses pengembangan yang lebih lancar dan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Ringkasan

Membuat cerita pengguna yang efektifMembuat cerita pengguna yang efektif sangat penting untuk pengembangan perangkat lunak yang sukses. Cerita pengguna yang baik bersifat spesifik, fokus, dan secara jelas menggambarkan pengguna, tindakan, dan manfaatnya. Di sisi lain, cerita pengguna yang buruk seringkali samar, kurang spesifik, dan dapat menyebabkan kesalahpahaman serta ketidakefisienan dalam proses pengembangan. Dengan mengikuti prinsip-prinsip penulisan cerita pengguna yang efektif, tim pengembangan dapat memastikan pekerjaan mereka selaras dengan kebutuhan pengguna, yang pada akhirnya menghasilkan produk yang lebih sukses dan ramah pengguna.

Tinggalkan Balasan