Lompat ke konten
Read this post in: de_DEen_USes_ESfr_FRid_IDjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW
Home » Data Modeling / Database » Membangun Toko Buku Online: Pemodelan Data dengan ERD dan DBML

Membangun Toko Buku Online: Pemodelan Data dengan ERD dan DBML

Pemodelan data adalah proses membuat representasi visual dari data dan hubungan antar data dalam basis data. Salah satu alat yang paling umum digunakan untuk pemodelan data adalah Diagram Hubungan Entitas (ERD), yang menggunakan simbol grafis untuk merepresentasikan entitas, atribut, dan hubungan. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi proses pemodelan data menggunakan ERD dan memberikan contoh bagaimana alat ini dapat digunakan dalam skenario dunia nyata.

Apa itu Diagram Hubungan Entitas (ERD)?

ERD adalah representasi grafis dari entitas, atributnya, dan hubungan antar entitas. Entitas adalah objek atau konsep yang direpresentasikan dalam basis data, seperti pelanggan, pesanan, atau produk. Atribut adalah ciri atau sifat dari entitas, seperti nama, alamat, atau harga. Hubungan adalah asosiasi antar entitas, seperti pelanggan yang melakukan pemesanan.

ERD biasanya terdiri dari komponen-komponen berikut:

  1. Entitas: direpresentasikan sebagai persegi panjang dengan nama entitas ditulis di dalamnya.
  2. Atribut: direpresentasikan sebagai elips yang terhubung ke entitas yang menjadi bagian dengan garis.
  3. Hubungan: direpresentasikan sebagai belah ketupat yang menghubungkan entitas.

Tiga jenis hubungan yang dapat terjadi antar entitas adalah:

  1. Satu-ke-Satu (1:1): di mana satu contoh entitas terhubung dengan satu contoh entitas lain.
  2. Satu-ke-Banyak (1:N): di mana satu contoh entitas terhubung dengan beberapa contoh entitas lain.
  3. Banyak-ke-Banyak (N:M): di mana beberapa contoh entitas terhubung dengan beberapa contoh entitas lain.

Contoh Pemodelan Data menggunakan ERD

Mari kita pertimbangkan contoh toko buku online yang menjual buku kepada pelanggan. Toko buku ini memiliki beberapa kategori buku dan sejumlah besar pelanggan yang dapat melakukan pemesanan. Untuk memodelkan sistem ini menggunakan ERD, kita dapat mulai dengan mengidentifikasi entitas, atribut, dan hubungan yang terlibat.

Entitas:

  1. Buku: Mewakili buku di toko buku. Berisi atribut seperti judul, penulis, ISBN, dan harga.
  2. Kategori: Mewakili kategori atau genre buku di toko buku. Berisi atribut seperti nama dan deskripsi.
  3. Pelanggan: Mewakili pelanggan yang telah mendaftar di toko buku. Berisi atribut seperti nama, alamat, dan email.
  4. Pesanan: Mewakili pesanan yang dibuat oleh pelanggan. Berisi atribut seperti tanggal pesanan dan harga total. Juga memiliki referensi kunci asing ke entitas Pelanggan, menunjukkan pelanggan mana yang membuat pesanan.
  5. Buku_Kategori: Mewakili hubungan banyak-ke-banyak antara buku dan kategori. Berisi referensi kunci asing ke entitas Buku dan Kategori.
  6. Pesanan_Buku: Mewakili hubungan banyak-ke-banyak antara pesanan dan buku. Berisi referensi kunci asing ke entitas Pesanan dan Buku.

Hubungan:

  • Satu buku dapat termasuk dalam beberapa kategori (Banyak-ke-Banyak).
  • Satu kategori dapat memiliki beberapa buku (Satu-ke-Banyak).
  • Satu pelanggan dapat membuat beberapa pesanan (Satu-ke-Banyak).
  • Satu pesanan dapat berisi beberapa buku (Banyak-ke-Banyak).

Dengan mempertimbangkan entitas, atribut, dan hubungan ini, kita dapat membuat ERD untuk sistem toko buku online. ERD akan terlihat seperti ini:

ERD for bookstore

Dalam diagram ERD ini, kita dapat melihat bahwa entitas Buku memiliki hubungan banyak-ke-banyak dengan entitas Kategori, yang berarti sebuah buku dapat termasuk dalam beberapa kategori, dan sebuah kategori dapat memiliki beberapa buku. Entitas Pelanggan memiliki hubungan satu-ke-banyak dengan entitas Pesanan, yang berarti seorang pelanggan dapat membuat beberapa pesanan, tetapi setiap pesanan hanya dimiliki oleh satu pelanggan. Akhirnya, entitas Pesanan memiliki hubungan banyak-ke-banyak dengan entitas Buku, yang berarti sebuah pesanan dapat berisi beberapa buku, dan sebuah buku dapat muncul dalam beberapa pesanan.

Hasilkan Kode Skema Basis Data SQL dengan Visual Paradigm

Tabel buku {
id int [pk, increment]
judul varchar
penulis varchar
isbn varchar
harga float
}

Tabel kategori {
id int [pk, increment]
nama varchar
deskripsi varchar
}

Tabel pelanggan {
id int [pk, increment]
nama varchar
alamat varchar
email varchar
}

Tabel pesanan {
id int [pk, increment]
tanggal_pesanan datetime
jumlah_total float
id_pelanggan int [ref: > pelanggan.id]
}

Tabel buku_kategori {
id_buku int [ref: > buku.id]
id_kategori int [ref: > kategori.id]
}

Tabel pesanan_buku {
id_pesanan int [ref: > pesanan.id]
id_buku int [ref: > buku.id]
}

Kesimpulan

Pemodelan data menggunakan ERD adalah proses yang penting yang membantu kita untuk memvisualisasikan dan memahami hubungan antar entitas dalam basis data. Dengan mengidentifikasi entitas, atribut, dan hubungan, kita dapat membuat ERD yang menggambarkan data dan strukturnya secara jelas dan ringkas. Ini memungkinkan kita untuk merancang dan memelihara basis data yang efisien dan efektif yang dapat mendukung kebutuhan organisasi.

Tinggalkan Balasan