Diagram State vs Diagram Aktivitas
Diagram state dan diagram aktivitas adalah dua alat populer yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak untuk memodelkan sistem kompleks. Meskipun kedua diagram ini digunakan untuk tujuan yang serupa, terdapat perbedaan signifikan antara keduanya. Dalam artikel ini, kami akan membandingkan diagram state dan diagram aktivitas serta menjelaskan persamaan dan perbedaan mereka.
Diagram Diagram State
Diagram diagram state adalah jenis diagram yang digunakan untuk menggambarkan perilaku suatu sistem sebagai respons terhadap peristiwa internal atau eksternal. Diagram ini menunjukkan berbagai status suatu objek dan transisi antar status tersebut berdasarkan peristiwa yang terjadi. Diagram diagram state banyak digunakan dalam rekayasa perangkat lunak untuk memodelkan perilaku sistem kompleks.
Diagram diagram state terdiri dari status, transisi, dan peristiwa. Status mewakili berbagai status suatu objek atau sistem, transisi mewakili perpindahan dari satu status ke status lain, dan peristiwa mewakili pemicu yang menyebabkan sistem berubah status. Diagram diagram state biasanya digunakan untuk memodelkan sistem reaktif, yaitu sistem yang merespons rangsangan eksternal.

Diagram Aktivitas
Diagram aktivitas adalah jenis diagram lain yang digunakan untuk memodelkan perilaku suatu sistem. Ini merupakan representasi grafis dari langkah-langkah yang terlibat dalam suatu proses atau alur kerja. Diagram aktivitas digunakan untuk memodelkan alur aktivitas dalam suatu sistem, termasuk keputusan, perulangan, dan aktivitas bersamaan.
Diagram aktivitas terdiri dari aktivitas, tindakan, dan transisi. Aktivitas mewakili langkah-langkah utama yang terlibat dalam proses, tindakan mewakili langkah-langkah individu dalam suatu aktivitas, dan transisi mewakili perpindahan dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Diagram aktivitas biasanya digunakan untuk memodelkan proses bisnis atau sistem non-reaktif lainnya.

Persamaan antara Diagram State dan Diagram Aktivitas
Kedua diagram diagram state dan diagram aktivitas digunakan untuk memodelkan perilaku suatu sistem. Keduanya menggunakan representasi grafis untuk menunjukkan berbagai status dan transisi dalam suatu sistem. Keduanya sangat berguna untuk memahami dan menyampaikan perilaku suatu sistem kepada pemangku kepentingan.
Perbedaan antara Diagram State dan Diagram Aktivitas
Perbedaan utama antara diagram diagram state dan diagram aktivitas adalah bahwa diagram diagram state digunakan untuk memodelkan sistem reaktif, sedangkan diagram aktivitas digunakan untuk memodelkan sistem non-reaktif. Diagram diagram state berfokus pada status internal suatu objek atau sistem dan bagaimana sistem tersebut merespons peristiwa eksternal, sedangkan diagram aktivitas berfokus pada urutan aktivitas yang terlibat dalam suatu proses atau alur kerja.
Perbedaan kunci lain antara diagram diagram state dan diagram aktivitas adalah bahwa diagram diagram state biasanya digunakan untuk memodelkan sistem kompleks, sedangkan diagram aktivitas digunakan untuk memodelkan sistem yang lebih sederhana. Diagram diagram state lebih kompleks dibandingkan diagram aktivitas karena mencakup status dan transisi suatu sistem, sedangkan diagram aktivitas berfokus pada aktivitas dan tindakan yang terlibat dalam suatu proses.
Berikut ini adalah tabel yang merangkum persamaan dan perbedaan utama antara Diagram State dan Diagram Aktivitas:
| Diagram Diagram State | Diagram Aktivitas | |
|---|---|---|
| Tujuan | Memodelkan sistem reaktif | Memodelkan sistem non-reaktif |
| Fokus | Status internal suatu objek atau sistem | Urutan aktivitas yang terlibat dalam suatu proses atau alur kerja |
| Elemen | Status, transisi, peristiwa | Aktivitas, tindakan, transisi |
| Kompleksitas | Lebih kompleks | Lebih sederhana |
| Kasus penggunaan | Sistem tertanam, sistem kontrol, sistem waktu nyata | Proses bisnis, alur kerja, proses perangkat lunak |
Seperti yang disebutkan di atas, diagram keadaan dan diagram aktivitas sering kali keliru, tetapi keduanya merupakan jenis diagram yang berbeda yang digunakan untuk tujuan yang berbeda. Dalam contoh di bawah ini, kami akan membandingkan diagram keadaan dan diagram aktivitas, serta menyoroti perbedaan-perbedaan mereka.
Diagram keadaan, seperti yang ditampilkan pada gambar di sebelah kiri di bawah ini, merepresentasikan mesin keadaan yang melakukan tindakan sebagai respons terhadap peristiwa eksplisit. Diagram ini menunjukkan berbagai keadaan suatu sistem dan transisi antar keadaan tersebut, berdasarkan terjadinya peristiwa. Diagram keadaan berguna untuk memodelkan sistem reaktif yang merespons peristiwa, seperti lampu lalu lintas atau mesin penjual otomatis.
Di sisi lain, diagram aktivitas, seperti yang ditampilkan pada gambar di sebelah kanan di bawah ini, merepresentasikan alur aktivitas dalam suatu sistem. Diagram ini menunjukkan urutan aktivitas yang terjadi dalam suatu sistem, termasuk keputusan, perulangan, dan percabangan. Diagram aktivitas berguna untuk memodelkan sistem yang melibatkan urutan aktivitas, seperti proses bisnis atau algoritma perangkat lunak.

Berbeda dengan diagram keadaan, diagram aktivitas tidak memerlukan peristiwa eksplisit untuk beralih dari satu simpul ke simpul lainnya. Sebaliknya, alur kontrol dalam diagram aktivitas ditentukan secara otomatis setelah aktivitas selesai. Simpul-simpul dalam diagram aktivitas merepresentasikan aktivitas atau keputusan, dan panah-panah merepresentasikan alur kontrol dari satu aktivitas ke aktivitas berikutnya.
Memahami Perbedaan Melalui Contoh: Membandingkan Diagram Keadaan dan Diagram Aktivitas
Dalam konteks masalah mesin penjual otomatis, kita dapat menggambarkan perbedaan antara diagram keadaan dan diagram aktivitas dengan memodelkan masalah yang sama menggunakan kedua jenis diagram tersebut. Dengan cara ini, kita dapat membandingkan dan membedakan fitur unik dari masing-masing jenis diagram.
Sebagai contoh, kita dapat menggunakan diagram keadaan untuk memodelkan berbagai keadaan mesin penjual otomatis dan transisi antar keadaan tersebut berdasarkan peristiwa eksternal. Di sisi lain, kita dapat menggunakan diagram aktivitas untuk memodelkan urutan aktivitas yang terjadi selama transaksi mesin penjual otomatis, seperti penyetoran koin, pemilihan produk, dan pengembalian koin.
Masalah 1: Mesin Penjual Otomatis
Skenario: Sebuah mesin penjual otomatis yang mengeluarkan camilan dan minuman dipasang di sebuah sekolah. Seorang siswa mendekati mesin penjual otomatis dan memasukkan koin untuk membeli camilan. Mesin penjual otomatis menampilkan daftar produk yang tersedia, dan siswa memilih camilan yang diinginkan. Mesin penjual otomatis memeriksa apakah produk tersedia dan siswa memiliki dana yang cukup, lalu mengeluarkan camilan. Jika produk tidak tersedia atau siswa tidak memiliki cukup dana, mesin penjual otomatis mengembalikan koin.
Memodelkan Mesin Penjual Otomatis dengan Diagram Keadaan
Dalam diagram keadaan ini, mesin penjual otomatis dimulai pada keadaanDiam di mana pengguna dapat memasukkan koin. Jika pengguna memasukkan dana yang cukup, mesin penjual otomatis beralih ke keadaanDanaDiterima di mana pengguna dapat memilih produk mereka. Jika produk yang dipilih tersedia, mesin penjual otomatis beralih ke keadaanPengeluaran untuk mengeluarkan produk, lalu kembali ke keadaanDiam setelah transaksi selesai. Jika produk yang dipilih tidak tersedia, mesin penjual otomatis beralih ke keadaanPengembalian untuk mengembalikan koin, lalu kembali ke keadaanDiam setelah transaksi selesai. Jika pengguna tidak memasukkan dana yang cukup, mesin penjual otomatis langsung beralih ke keadaanPengembalian untuk mengembalikan koin, lalu kembali ke keadaanDiam setelah transaksi selesai.

Memodelkan Mesin Penjual Otomatis dengan Diagram Aktivitas
Diagram Aktivitas yang diberikan merepresentasikan alur kejadian dalam sistem mesin penjual otomatis. Dimulai dari node start node, dan pengguna pertama kali diminta untuk memasukkan koin. Diagram kemudian menunjukkan kondisi if untuk memeriksa apakah pengguna telah memasukkan dana yang cukup. Jika dana cukup, pengguna diizinkan untuk memilih produk.
Kondisi berikutnya if memeriksa apakah produk yang dipilih tersedia. Jika produk tersedia, mesin penjual otomatis mengeluarkan produk, dan diagram menunjukkan transisi ke node stop node, menunjukkan bahwa transaksi telah selesai. Jika produk yang dipilih tidak tersedia, mesin penjual otomatis mengembalikan koin dan kemudian beralih ke node stop node.
Jika pengguna tidak memasukkan dana yang cukup, mesin penjual otomatis langsung mengembalikan koin dan beralih ke node stop node. Dalam kedua kasus, transaksi telah selesai, dan pengguna dapat mengambil pengembalian uang jika berlaku.

Secara keseluruhan, Diagram Aktivitas ini memodelkan sistem mesin penjual otomatis sederhana dengan dua kemungkinan hasil – yaitu produk dikeluarkan atau koin dikembalikan, tergantung pada ketersediaan produk yang dipilih dan jumlah dana yang dimasukkan.
Ringkasan
Dua jenis diagram yang dibahas di sini adalah Diagram State dan Diagram Aktivitas. Kedua jenis diagram ini merupakan jenis diagram yang populer digunakan dalam rekayasa perangkat lunak dan desain sistem.
- Diagram State digunakan untuk merepresentasikan berbagai status dan transisi status dalam suatu sistem. Mereka menunjukkan alur kontrol dari satu status ke status lainnya, berdasarkan peristiwa yang terjadi dalam sistem. Diagram State digunakan untuk memodelkan perilaku sistem yang kompleks dan menganalisis perilaku komponen individu dalam sistem. Mereka sangat berguna dalam memodelkan sistem reaktif yang merespons peristiwa, seperti mesin penjual otomatis atau lampu lalu lintas.
- Di sisi lain, Diagram Aktivitas digunakan untuk memodelkan alur aktivitas dalam suatu sistem. Mereka menunjukkan urutan aktivitas yang terjadi dalam sistem, termasuk keputusan, perulangan, dan percabangan. Diagram Aktivitas digunakan untuk memodelkan proses bisnis dan alur kerja dalam suatu sistem, serta memahami bagaimana komponen-komponen berbeda dalam sistem saling berinteraksi. Mereka sangat berguna dalam memodelkan sistem yang melibatkan serangkaian aktivitas, seperti proses bisnis, algoritma perangkat lunak, atau proses manufaktur.
Dalam hal penggunaannya, Diagram State lebih cocok untuk memodelkan sistem reaktif yang merespons peristiwa, sedangkan Diagram Aktivitas lebih cocok untuk memodelkan sistem yang melibatkan urutan aktivitas. Diagram State berguna untuk memahami perilaku komponen individu dalam suatu sistem, sedangkan Diagram Aktivitas berguna untuk memahami interaksi antar komponen berbeda dalam suatu sistem. Pada akhirnya, pilihan diagram mana yang digunakan tergantung pada sifat sistem yang dimodelkan dan tujuan dari diagram tersebut.











