Lompat ke konten
Read this post in: de_DEen_USes_ESfr_FRid_IDjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW
Home » Agile & Scrum » Cara Menulis Cerita Pengguna yang Efektif: Panduan untuk Tim Produk

Cara Menulis Cerita Pengguna yang Efektif: Panduan untuk Tim Produk

Apa yang Harus Ditulis dalam Cerita Pengguna yang Efektif

Cerita pengguna merupakan bagian penting dari proses pengembangan produk, berfungsi sebagai alat untuk menangkap kebutuhan pengguna dan membimbing pengembangan fitur dan fungsi baru. Namun, menulis cerita pengguna yang efektif tidak selalu mudah. Diperlukan pemahaman mendalam terhadap pengguna, produk, dan tujuan bisnis, serta kemampuan untuk berkomunikasi secara jelas dan ringkas. Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan komprehensif bagi tim produk mengenai cara menulis cerita pengguna yang efektif.

 

Apa Itu Cerita Pengguna

Cerita pengguna merupakan bagian penting dari proses pengembangan produk karena membantu tim memahami kebutuhan dan tujuan pengguna mereka. Cerita pengguna adalah deskripsi singkat dan sederhana mengenai fitur atau fungsi produk dari sudut pandang pengguna. Biasanya mengikuti format tertentu:

Sebagai seorang penumpang sering bepergian, saya ingin dapat dengan mudah memesan kamar hotel secara daring, agar saya bisa menghemat waktu dan usaha.

Pedoman:

  1. Perhatikan kebutuhan pengguna:Cerita pengguna harus berfokus pada kebutuhan, keinginan, dan frustrasi pengguna. Pastikan cerita tersebut ditulis dari sudut pandang pengguna, bukan dari sudut pandang sistem atau perusahaan.
  2. Bersifat spesifik:Cerita pengguna harus spesifik mengenai tujuan pengguna, konteks penggunaan sistem, serta manfaat yang diharapkan diperoleh.
  3. Gunakan bahasa yang sederhana:Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Hindari istilah teknis atau akronim yang bisa membingungkan pengguna.
  4. Buat singkat dan ringkas:Cerita pengguna harus singkat dan ringkas, idealnya tidak lebih dari dua atau tiga kalimat. Hal ini membuat lebih mudah dibaca dan dipahami.
  5. Sertakan kriteria penerimaan:Cerita pengguna harus mencakup kriteria penerimaan yang menjelaskan apa yang diharapkan pengguna lihat atau alami saat sistem selesai dikirimkan. Kriteria ini harus dapat diukur dan spesifik.

Praktik Terbaik:

  1. Libatkan pengguna:Libatkan pengguna dalam proses pengembangan. Ini dapat mencakup pengujian pengguna, survei, atau wawancara untuk memahami kebutuhan dan harapan mereka dengan lebih baik.
  2. Prioritaskan cerita pengguna:Prioritaskan cerita pengguna berdasarkan pentingnya bagi pengguna dan bisnis. Hal ini membantu memastikan fitur yang paling penting dikembangkan terlebih dahulu.
  3. Berkolaborasi dengan pemangku kepentingan:Berkolaborasi dengan pemangku kepentingan, termasuk pengembang, desainer, dan analis bisnis, untuk memastikan cerita pengguna layak, realistis, dan selaras dengan tujuan bisnis.
  4. Tulis cerita pengguna secara tim:Cerita pengguna harus ditulis secara tim. Hal ini membantu memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman bersama mengenai kebutuhan dan harapan pengguna.
  5. Sempurnakan dan perbarui cerita pengguna:Cerita pengguna harus disempurnakan dan diperbarui seiring perkembangan proyek. Hal ini membantu memastikan bahwa cerita tetap relevan dan selaras dengan kebutuhan serta harapan pengguna.

Gunakan Kerangka Kerja Populer – SMART dan INVEST

SMART dan INVEST adalah dua kerangka kerja populer yang digunakan untuk menulis cerita pengguna yang efektif.

  • SMART adalah akronim yang berarti Spesifik, Terukur, Dapat Dicapai, Relevan, dan Berbatas Waktu. Kerangka kerja ini membantu memastikan bahwa cerita pengguna jelas, ringkas, dan dapat diambil tindakan. Cerita pengguna yang mengikuti kerangka SMART lebih mungkin selesai secara sukses dan tepat waktu.
  • INVEST adalah akronim yang berarti Independen, Dapat Dinegosiasikan, Bernilai, Dapat Diperkirakan, Kecil, dan Dapat Diuji. Kerangka kerja ini membantu memastikan bahwa cerita pengguna didefinisikan dengan baik, bernilai, dan mudah diimplementasikan. Cerita pengguna yang mengikuti kerangka INVEST lebih mungkin selesai tepat waktu, dalam anggaran, dan memuaskan pengguna.

Contoh – penumpang sering bepergian

Berikut ini cara Anda dapat menerapkan SMART dan INVEST pada cerita pengguna yang telah kita buat sebelumnya:

Sebagai penumpang sering bepergian, saya ingin dapat dengan mudah memesan kamar hotel secara daring, agar saya dapat menghemat waktu dan usaha.

SMART:

Write SMART Goals & INVEST for User Stories

Spesifik: Cerita pengguna secara jelas mendefinisikan apa yang ingin dicapai pengguna – memesan kamar hotel secara daring.

Terukur: Cerita pengguna dapat diukur berdasarkan waktu dan usaha yang dihemat oleh pengguna.

Dapat Dicapai: Cerita pengguna dapat dicapai dalam jangka waktu dan anggaran tertentu.

Relevan: Cerita pengguna relevan terhadap kebutuhan dan tujuan pengguna sebagai penumpang sering bepergian.

Berbatas Waktu: Cerita pengguna memiliki jadwal penyelesaian yang jelas.

 

INVEST:

Independen: Cerita pengguna independen dari cerita pengguna lainnya dan dapat diimplementasikan secara terpisah.

Dapat Dinegosiasikan: Cerita pengguna terbuka untuk negosiasi dan dapat disempurnakan berdasarkan masukan dari pemangku kepentingan.

Bernilai: Cerita pengguna memberikan nilai bagi pengguna dengan membuat lebih mudah untuk memesan kamar hotel secara daring.

Dapat Diperkirakan: Cerita pengguna dapat diperkirakan, yang berarti usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya dapat diperkirakan secara akurat.

Kecil: Cerita pengguna cukup kecil untuk dapat diselesaikan dalam satu sprint saja.

Dapat diuji: Cerita pengguna dapat diuji, yang berarti dapat divalidasi melalui pengujian pengguna atau metode lainnya.

Secara keseluruhan, menggunakan kerangka seperti SMART dan INVEST dapat membantu Anda menulis cerita pengguna yang efektif, jelas, bernilai, dan dapat dicapai.

Effective User Stories - 3C's and INVEST Guide

Contoh: Toko Online

Sebagai pelanggan, saya ingin dapat menyimpan produk ke daftar keinginan saya, agar saya dapat dengan mudah menemukan dan membelinya nanti.

Mari kita menilai cerita pengguna ini menggunakan kerangka SMART dan INVEST:

SMART:

Spesifik: Cerita pengguna secara jelas mendefinisikan apa yang ingin dicapai pengguna – menyimpan produk ke daftar keinginan.

Dapat diukur: Cerita pengguna dapat diukur berdasarkan jumlah produk yang disimpan ke daftar keinginan dan jumlah pembelian yang dilakukan dari daftar keinginan.

Dapat dicapai: Cerita pengguna dapat dicapai dalam waktu dan anggaran yang ditentukan.

Relevan: Cerita pengguna relevan terhadap kebutuhan dan tujuan pengguna sebagai pelanggan yang ingin melacak produk yang mereka minati.

Berdurasi waktu: Cerita pengguna memiliki tenggat waktu yang jelas untuk penyelesaian.

INVEST:

Berdiri sendiri: Cerita pengguna berdiri sendiri dari cerita pengguna lainnya dan dapat diimplementasikan secara terpisah.

Dapat dinegosiasikan: Cerita pengguna terbuka untuk negosiasi dan dapat diperbaiki berdasarkan masukan dari pemangku kepentingan.

Bernilai: Cerita pengguna memberikan nilai bagi pengguna dengan membuat lebih mudah untuk melacak produk yang mereka minati dan membelinya nanti.

Dapat diperkirakan: Cerita pengguna dapat diperkirakan, yang berarti usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya dapat diperkirakan secara akurat.

Kecil: Cerita pengguna cukup kecil untuk dapat diselesaikan dalam satu sprint saja.

Dapat diuji: Cerita pengguna dapat diuji, yang berarti dapat divalidasi melalui pengujian pengguna atau metode lainnya.

Secara keseluruhan, cerita pengguna ini jelas didefinisikan dan bernilai bagi pengguna. Cerita ini memenuhi kriteria dari kedua kerangka kerja SMART dan INVEST serta dapat dengan mudah diimplementasikan dalam waktu dan anggaran yang ditentukan.

Ringkasan

Cerita pengguna merupakan komponen krusial dalam pengembangan produk. Dengan mengikuti kerangka kerja seperti SMART dan INVEST serta melibatkan pengguna dalam proses pengembangan, tim dapat menciptakan cerita pengguna yang efektif yang mengarah pada produk yang lebih baik dan pengguna yang lebih bahagia. Memprioritaskan cerita pengguna serta secara rutin menyempurnakan dan memperbarui mereka juga sangat penting untuk memastikan bahwa produk memenuhi kebutuhan pengguna seiring waktu.

Artikel ini memberikan gambaran umum mengenai pentingnya cerita pengguna dalam pengembangan produk, serta praktik terbaik dan kerangka kerja untuk menulis cerita pengguna yang efektif. Kami akan membahas kerangka kerja SMART dan INVEST serta memberikan contoh cara menerapkannya pada cerita pengguna. Selain itu, kami juga akan berbagi tips untuk melibatkan pengguna dalam proses pengembangan, memprioritaskan cerita pengguna, serta menyempurnakan dan memperbarui cerita pengguna seiring waktu.

Secara keseluruhan, artikel ini bertujuan untuk membantu tim pengembangan menulis cerita pengguna yang lebih efektif yang mengarah pada produk yang lebih baik dan pengguna yang lebih bahagia.

 

Tinggalkan Balasan