Cara Menjaga Konsistensi Skenario Penggunaan dan Pengembangan Model
Proses pembuatan deskripsi kasus penggunaan bersama diagram urutan dan aktivitas merupakan langkah penting dalam pengembangan perangkat lunak. Kasus penggunaan adalah deskripsi tentang bagaimana sistem berinteraksi dengan lingkungannya untuk mencapai tujuan tertentu. Kasus penggunaan digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan sistem dan memastikan bahwa sistem memenuhi kebutuhan pengguna.
- Diagram urutan digunakan untuk memodelkan interaksi antara objek atau komponen sistem yang berbeda seiring waktu, sedangkan diagram aktivitas menunjukkan alur kontrol antara tugas atau aktivitas yang terlibat dalam kasus penggunaan. Dengan mengikuti proses ini, pengembang dapat memastikan bahwa sistem dirancang untuk memenuhi kebutuhan khusus pengguna dan dapat diuji secara menyeluruh sebelum diluncurkan.
- Diagram aktivitas untuk mengkonsolidasikan diagram urutan secara langsung terkait dengan proses pembuatan deskripsi kasus penggunaan bersama diagram urutan dan aktivitas. Langkah ini melibatkan pengambilan diagram urutan individu yang memodelkan setiap skenario dan menggabungkannya menjadi satu diagram aktivitas yang mewakili seluruh kasus penggunaan dan semua skenarionya.
- Diagram aktivitas menunjukkan aktivitas atau tugas yang berbeda yang terlibat dalam kasus penggunaan dan alur kontrol di antaranya. Diagram ini juga menunjukkan titik keputusan atau kondisi yang terjadi selama kasus penggunaan. Dengan mengkonsolidasikan diagram urutan menjadi satu diagram aktivitas, pengembang dapat mendapatkan gambaran menyeluruh tentang seluruh kasus penggunaan dan bagaimana hubungannya dengan sistem secara keseluruhan.
- Diagram aktivitas merupakan alat berharga untuk memastikan bahwa sistem dirancang untuk memenuhi kebutuhan khusus pengguna dan dapat diuji secara menyeluruh sebelum diluncurkan. Alat ini membantu mengidentifikasi masalah atau celah potensial dalam kasus penggunaan dan memastikan bahwa semua skenario tercakup dalam desain sistem.
Langkah-langkah untuk Konsistensi Skenario Kasus Penggunaan
deskripsi yang lebih rinci tentang langkah-langkah yang terlibat dalam pembuatan deskripsi kasus penggunaan bersama diagram urutan dan aktivitas:
- Perjelas Deskripsi Kasus Penggunaan:Langkah ini melibatkan pengidentifikasian skenario yang berbeda yang dapat terjadi dalam kasus penggunaan. Skenario adalah jalur khusus yang dapat diambil pengguna atau sistem melalui kasus penggunaan. Untuk mengidentifikasi skenario, Anda perlu mempertimbangkan tindakan berbeda yang dapat dilakukan pengguna atau input yang dapat diberikan ke sistem. Anda dapat menggunakan teknik seperti brainstorming, wawancara pengguna, atau survei pengguna untuk mengidentifikasi skenario ini. Setelah Anda mengidentifikasi skenario, Anda dapat menulis deskripsi rinci untuk setiap skenario dalam deskripsi kasus penggunaan. Deskripsi ini harus mencakup aktor yang terlibat, langkah-langkah yang diambil, serta input atau output apa pun.
- Modelkan Skenario dengan Diagram Urutan:Setelah Anda mengidentifikasi skenario dan menulis deskripsi kasus penggunaan yang rinci, Anda dapat membuat serangkaian diagram urutan untuk memodelkan setiap skenario. Diagram urutan adalah representasi grafis dari interaksi antara objek atau komponen sistem yang berbeda seiring waktu. Untuk membuat diagram urutan, Anda perlu mengidentifikasi objek yang berbeda yang terlibat dalam skenario dan pesan yang ditukar di antaranya. Diagram urutan harus menunjukkan urutan pertukaran pesan dan kondisi atau loop yang terjadi selama skenario.
- Konsolidasikan Diagram Urutan dengan Diagram Aktivitas:Langkah terakhir adalah mengkonsolidasikan diagram urutan yang berbeda menjadi satu diagram aktivitas. Diagram aktivitas adalah representasi grafis dari tugas atau aktivitas yang terlibat dalam kasus penggunaan. Diagram ini menunjukkan alur kontrol antara aktivitas yang berbeda dan titik keputusan yang terjadi selama kasus penggunaan. Untuk membuat diagram aktivitas, Anda perlu mengidentifikasi aktivitas yang berbeda yang terlibat dalam kasus penggunaan dan urutannya. Anda dapat menggunakan diagram urutan untuk membantu mengidentifikasi aktivitas yang berbeda dan urutannya. Diagram aktivitas harus setara dengan seluruh kasus penggunaan dan jumlah skenario atau jalur yang dimilikinya.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat membuat deskripsi kasus penggunaan yang rinci bersama serangkaian diagram urutan dan diagram aktivitas yang dapat digunakan untuk memodelkan skenario yang berbeda untuk kasus penggunaan. Ini akan membantu memastikan bahwa sistem dirancang untuk memenuhi kebutuhan khusus pengguna dan dapat diuji secara menyeluruh sebelum diluncurkan.
Contoh – Aplikasi Belanja Online
Deskripsi Masalah:Aplikasi belanja berbasis web memungkinkan pelanggan untuk menelusuri, memilih, dan membeli produk secara online. Aplikasi ini terdiri dari beberapa halaman, termasuk halaman utama, halaman produk, halaman keranjang belanja, dan halaman checkout. Pelanggan dapat membuat akun untuk menyimpan informasi pribadi dan riwayat pesanan mereka, atau mereka dapat memilih untuk checkout sebagai tamu. Aplikasi memungkinkan pelanggan mencari produk berdasarkan kata kunci, kategori, atau rentang harga, serta menyaring hasil pencarian berdasarkan berbagai kriteria, seperti merek atau warna. Setelah pelanggan memilih produk, mereka dapat melihat informasi produk secara rinci, termasuk gambar, deskripsi, dan ulasan pelanggan. Aplikasi juga memberikan rekomendasi produk terkait berdasarkan riwayat penelusuran dan pembelian pelanggan. Ketika pelanggan siap melakukan pembelian, mereka dapat menambahkan item ke keranjang belanja dan melanjutkan ke checkout. Selama checkout, pelanggan dapat memilih opsi pembayaran dan pengiriman yang diinginkan, serta meninjau dan mengonfirmasi pesanan sebelum menyerahkannya. Setelah pesanan diserahkan, pelanggan akan menerima konfirmasi email yang berisi detail pesanan dan tanggal pengiriman yang diharapkan.
Kembangkan Diagram Kasus Penggunaan
Dalam diagram ini, aktor direpresentasikan oleh gambar siluet bertuliskan “Pelanggan”, dan sistem direpresentasikan oleh persegi panjang bertuliskan “Aplikasi Belanja Berbasis Web”. Kasus penggunaan direpresentasikan oleh oval di dalam persegi panjang, dan panah menunjukkan hubungan antara aktor dan kasus penggunaan.

Kembangkan Deskripsi Kasus Penggunaan untuk Kasus Penggunaan Telusuri Produk
Berikut adalah contoh deskripsi kasus penggunaan untuk kasus penggunaan Telusuri Produk:
Kasus Penggunaan:Telusuri Produk
Aktor:Pelanggan
Deskripsi:Kasus penggunaan Telusuri Produk memungkinkan pelanggan melihat daftar produk yang tersedia.
Prasyarat:
- Pelanggan telah mengakses Aplikasi Belanja Berbasis Web.
Alur Utama:
- Pelanggan memilih use case Browse Products dari halaman utama aplikasi.
- Sistem menampilkan daftar produk yang tersedia, termasuk nama produk, gambar, deskripsi, dan harga.
- Pelanggan dapat menggulir daftar atau menyaring hasil berdasarkan kata kunci, kategori, atau rentang harga.
- Pelanggan dapat mengklik produk untuk melihat informasi rinci mengenainya.
Pasca kondisi:
- Pelanggan telah melihat daftar produk yang tersedia dan memilih produk untuk melihat detailnya.
Alur Alternatif:2a. Jika tidak ada produk yang tersedia, sistem menampilkan pesan yang menunjukkan bahwa tidak ada produk yang dapat ditampilkan. Use case berakhir.
Penyimpangan:
- Pelanggan mengalami kesulitan teknis atau kesalahan saat menelusuri produk. Sistem mengimbau pelanggan untuk mencoba lagi atau menghubungi dukungan pelanggan untuk bantuan.
Aturan Bisnis:
- Informasi produk yang ditampilkan akurat dan terkini.
- Daftar produk diperbarui secara berkala untuk memastikan bahwa daftar tersebut mencerminkan stok terbaru.
- Pelanggan dapat menelusuri produk kapan saja selama menggunakan aplikasi.
- Pelanggan dapat menelusuri produk tanpa harus membuat akun.
Mewakili Adegan Use Case dengan Diagram Urutan
Adegan use case adalah contoh atau jalur khusus yang dapat diambil oleh pengguna atau aktor saat berinteraksi dengan sistem perangkat lunak. Mereka menggambarkan berbagai langkah dan interaksi yang terlibat dalam mencapai tujuan atau hasil tertentu, dan dapat mencakup alur alternatif dan alur ekssepsional untuk menangani kejadian atau kesalahan yang tidak terduga.
Berikut adalah beberapa diagram urutan yang mewakili adegan normal dan alur alternatif/ekssepsional untuk use case Browse Products:
- Adegan Normal:

- Adegan Alternatif – Tidak Ada Produk yang Tersedia:

- Adegan Ekssepsional – Kesulitan Teknis:

Adegan use case merupakan bagian penting dari pemodelan use case, karena membantu mendefinisikan kebutuhan dan fungsi sistem dari sudut pandang pengguna akhir. Dengan mengembangkan dan menganalisis adegan use case, pengembang dan pemangku kepentingan dapat memahami lebih baik bagaimana sistem akan digunakan dan mengidentifikasi masalah potensial atau area perbaikan dalam desain.
Gabungkan Diagram Urutan menjadi Diagram Aktivitas
Tujuan menggabungkan beberapa diagram urutan menjadi diagram aktivitas adalah untuk memberikan tampilan tingkat tinggi dari seluruh adegan use case, termasuk berbagai alur normal dan alur alternatif. Dengan menggabungkan diagram urutan, kita dapat memahami alur kejadian dan interaksi antara aktor dan komponen sistem dengan lebih baik, serta mengidentifikasi masalah potensial atau area perbaikan dalam desain use case.
Selain itu, diagram aktivitas memberikan representasi yang lebih ringkas dan mudah dibaca dari adegan use case, yang dapat berguna untuk tujuan komunikasi dan dokumentasi. Ini memungkinkan pemangku kepentingan dan pengembang untuk dengan mudah memvisualisasikan alur keseluruhan kejadian dan memahami bagaimana berbagai langkah dalam adegan use case saling terkait.

Ringkasan
Artikel ini membahas pentingnya pengembangan use case yang konsisten dan terstruktur dengan baik. Artikel ini memberikan gambaran umum tentang proses pengembangan use case, termasuk identifikasi aktor, adegan use case, dan deskripsi use case. Selanjutnya, artikel ini menjelaskan cara memodelkan use case menggunakan diagram urutan, serta cara menggabungkan diagram tersebut menjadi diagram aktivitas atau bagan alir.
Ini menyajikan skenario aplikasi web sederhana dan memberikan deskripsi kasus penggunaan untuk kasus penggunaan “Telusuri Produk”. Kemudian, ia menghasilkan diagram urutan untuk merepresentasikan skenario normal dan alternatif untuk kasus penggunaan ini, dan menggabungkan diagram-diagram tersebut menjadi diagram aktivitas dan bagan alir. Tujuan dari penggabungan ini adalah untuk memberikan gambaran tingkat tinggi dari seluruh skenario kasus penggunaan dan mengidentifikasi masalah potensial atau area yang perlu diperbaiki dalam desain kasus penggunaan.
Ini menekankan pentingnya menjaga konsistensi antara skenario kasus penggunaan dan model visual, serta memberikan panduan praktis untuk mengembangkan kasus penggunaan yang terstruktur dengan baik dan efektif. Dengan mengikuti pedoman ini, pengembang dan pemangku kepentingan dapat meningkatkan kualitas keseluruhan proses pengembangan perangkat lunak dan memastikan bahwa perangkat lunak mereka memenuhi kebutuhan pengguna akhir.











