Perencanaan Backlog Produk vs Perencanaan Sprint
Metodologi Agile telah menjadi pendekatan utama untuk proyek pengembangan perangkat lunak, berkat fleksibilitas dan pendekatan iteratifnya. Salah satu elemen utama dari metodologi Agile adalah penggunaan backlog produk dan perencanaan sprint. Kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian, tetapi mengacu pada aktivitas yang berbeda dalam proses pengembangan Agile. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi perbedaan antara perencanaan backlog produk dan perencanaan sprint.

Perencanaan Backlog Produk
Backlog produk adalah daftar yang diprioritaskan dari fitur, peningkatan, dan perbaikan bug yang akan dikerjakan oleh tim pengembangan selama proyek berlangsung. Backlog produk merupakan tanggung jawab dari pemilik produk, yang bertanggung jawab untuk menentukan visi produk, membuat dan memelihara backlog, serta memprioritaskan pekerjaan yang perlu dilakukan.
Perencanaan backlog produk adalah proses membuat, menyempurnakan, dan memprioritaskan item dalam backlog produk. Pemilik produk bekerja sama dengan pemangku kepentingan, seperti pelanggan, analis bisnis, dan tim pengembangan, untuk menentukan fitur dan fungsi yang harus dimiliki produk. Kemudian pemilik produk memprioritaskan item dalam backlog berdasarkan nilai yang akan dibawa produk dan kebutuhan pemangku kepentingan.
Perencanaan backlog produk adalah proses berkelanjutan yang terjadi sepanjang proyek. Pemilik produk dapat menambahkan item baru ke dalam backlog, menghapus item yang tidak lagi relevan, dan mengatur ulang backlog berdasarkan perubahan prioritas.
Perencanaan Sprint
Perencanaan sprint adalah proses memilih item dari backlog produk untuk dikerjakan selama sprint mendatang. Sprint adalah periode pengembangan yang dibatasi waktu, biasanya berlangsung antara satu hingga empat minggu. Selama sprint, tim pengembangan bekerja pada sejumlah item dari backlog produk, dengan tujuan menghasilkan peningkatan produk yang berfungsi pada akhir sprint.
Perencanaan sprint terjadi di awal setiap sprint. Pemilik produk memperkenalkan item teratas dari backlog produk kepada tim pengembangan, dan tim bekerja sama untuk memilih item yang akan dikerjakan selama sprint. Tim kemudian membuat backlog sprint, yaitu daftar tugas yang perlu diselesaikan untuk mengantarkan item yang dipilih.
Selama perencanaan sprint, tim pengembangan memperkirakan usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap item, berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka tentang teknologi dan produk. Mereka juga mengidentifikasi ketergantungan atau risiko yang dapat memengaruhi pengiriman item.
Perencanaan Backlog Produk vs Perencanaan Sprint: Apa Perbedaannya?
Perencanaan backlog produk dan perencanaan sprint keduanya merupakan aktivitas penting dalam proses pengembangan Agile, tetapi memiliki tujuan yang berbeda.
- Perencanaan backlog produk adalah tentang menentukan visi dan tujuan keseluruhan produk, serta membuat daftar yang diprioritaskan dari fitur dan fungsi yang akan membantu mencapai tujuan tersebut. Perencanaan backlog produk terjadi sepanjang proyek, seiring munculnya informasi baru dan perubahan prioritas.
- Perencanaan sprint, di sisi lain, adalah tentang memilih sejumlah item dari backlog produk untuk dikerjakan selama sprint mendatang. Perencanaan sprint terjadi di awal setiap sprint, dan tujuannya adalah memilih item yang akan memberikan nilai terbesar bagi produk dan dapat diselesaikan dalam waktu sprint.
Berikut adalah ringkasan perbedaan utama antara perencanaan backlog produk dan perencanaan backlog sprint dalam format tabel:
| Perencanaan Backlog Produk | Perencanaan Backlog Sprint |
|---|---|
| Menentukan visi dan tujuan keseluruhan produk | Memilih sejumlah item dari backlog produk untuk dikerjakan selama sprint mendatang |
| Memrioritaskan daftar fitur dan fungsi berdasarkan nilai bagi produk dan kebutuhan pemangku kepentingan | Menentukan tujuan sprint, yaitu tujuan yang akan dikerjakan tim selama sprint mendatang |
| Menyempurnakan item dalam backlog produk, menambahkan detail dan memecah item besar menjadi item yang lebih kecil | Memecah item yang dipilih menjadi tugas-tugas kecil dan memperkirakan usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya |
| Proses berkelanjutan yang terjadi sepanjang proyek | Terjadi di awal setiap sprint |
| Pemilik produk bertanggung jawab atas pembuatan dan pemeliharaan backlog produk | Pemilik produk memperkenalkan item teratas pada backlog produk kepada tim pengembangan |
| Pihak terkait, seperti pelanggan, analis bisnis, dan tim pengembangan, memberikan masukan pada daftar prioritas produk | Tim pengembangan memilih item yang akan dikerjakan selama sprint |
| Item baru dapat ditambahkan, dihapus, atau diurutkan kembali berdasarkan perubahan prioritas | Tim pengembangan membuat daftar prioritas sprint, yang merupakan daftar tugas yang perlu diselesaikan untuk mengirimkan item yang dipilih |
| Tujuan adalah menentukan gambaran besar dan menetapkan prioritas | Tujuan adalah memilih item yang akan memberikan nilai terbesar bagi produk dan dapat diselesaikan dalam waktu sprint |
Perencanaan daftar prioritas produk berkaitan dengan menentukan visi dan tujuan keseluruhan untuk produk, serta membuat daftar prioritas fitur dan fungsi, sedangkan perencanaan daftar prioritas sprint berkaitan dengan memilih sejumlah item dari daftar prioritas produk untuk dikerjakan selama sprint mendatang dan memecahnya menjadi tugas-tugas kecil. Kedua aktivitas perencanaan ini sangat penting bagi keberhasilan proyek pengembangan agile, dan harus dilakukan dengan hati-hati serta memperhatikan detail
Contoh: Sistem Manajemen Proyek
Adegan Masalah:
Tim pengembangan perangkat lunak telah diberi tugas untuk membangun alat manajemen proyek baru untuk sebuah firma konsultan kecil. Alat tersebut harus memungkinkan firma mengelola proyek klien, melacak waktu dan pengeluaran, serta menghasilkan laporan. Firma ingin alat tersebut siap diluncurkan dalam waktu enam bulan.
Daftar Prioritas Produk:
| Item Daftar Prioritas Produk | Prioritas | Ukuran |
|---|---|---|
| Fungsi pembuatan akun pengguna dan login | 1 | Sedang |
| Fungsi pembuatan dan manajemen proyek | 2 | Besar |
| Fungsi pembuatan dan penugasan tugas | 3 | Besar |
| Fungsi pelacakan waktu | 4 | Sedang |
| Fungsi pelacakan pengeluaran | 5 | Sedang |
| Fungsi pembuatan laporan | 6 | Sedang |
| Fungsi berbagi file dan kolaborasi | 7 | Besar |
| Desain antarmuka pengguna dan pengujian | 8 | Kecil |
| Proses pengajuan dan persetujuan toko aplikasi | 9 | Kecil |
Backlog Sprint 1:
| Item Backlog Sprint | Prioritas | Ukuran |
|---|---|---|
| Fungsi pembuatan akun pengguna dan fungsi login | 1 | Sedang |
| Fungsi pembuatan dan manajemen proyek | 2 | Besar |
| Fungsi pembuatan dan penugasan tugas | 3 | Besar |
Backlog Sprint 2:
| Item Backlog Sprint | Prioritas | Ukuran |
|---|---|---|
| Fungsi pelacakan waktu | 4 | Sedang |
| Fungsi pelacakan pengeluaran | 5 | Sedang |
| Fungsi pembuatan laporan | 6 | Sedang |
Backlog Sprint 3:
| Item Backlog Sprint | Prioritas | Ukuran |
|---|---|---|
| Fungsi berbagi file dan kolaborasi | 7 | Besar |
| Desain dan pengujian antarmuka pengguna | 8 | Kecil |
| Proses pengajuan dan persetujuan di toko aplikasi | 9 | Kecil |
Setiap backlog sprint juga akan mencakup tugas-tugas spesifik terkait pengembangan, pengujian, dan peluncuran fitur-fitur yang dipilih. Tim akan bekerja secara kolaboratif untuk menyelesaikan item-item pada setiap backlog sprint, dengan tujuan menghasilkan peningkatan produk yang berfungsi pada akhir setiap sprint. Sepanjang proyek, pemilik produk akan terus memperbaiki dan mengubah urutan prioritas backlog produk berdasarkan umpan balik dari pemangku kepentingan dan perubahan kebutuhan proyek. Ukuran dan prioritas setiap item dalam backlog akan membantu tim memperkirakan seberapa banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam setiap sprint, serta memastikan bahwa item dengan prioritas tertinggi diselesaikan terlebih dahulu.
Ringkasan
Artikel ini mengeksplorasi perbedaan antara perencanaan backlog produk dan perencanaan sprint dalam pengembangan agil. Backlog produk adalah daftar yang diprioritaskan dari fitur, peningkatan, dan perbaikan bug yang akan dikerjakan oleh tim pengembangan selama proyek berlangsung, sedangkan perencanaan sprint adalah proses memilih item dari backlog produk untuk dikerjakan selama sprint mendatang. Artikel ini memberikan penjelasan langkah-langkah yang terlibat dalam masing-masing proses dan bagaimana keduanya saling berkaitan.
Selain itu, artikel ini menyajikan sebuah skenario di mana tim pengembangan perangkat lunak kecil diberi tugas untuk membuat aplikasi mobile untuk jaringan restoran lokal. Setiap backlog sprint mencakup daftar tugas-tugas spesifik terkait pengembangan, pengujian, dan peluncuran fitur-fitur yang dipilih, dengan setiap item dalam backlog diberi ukuran dan prioritas. Ukuran dan prioritas setiap item dalam backlog membantu tim memperkirakan seberapa banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam setiap sprint, serta memastikan bahwa item dengan prioritas tertinggi diselesaikan terlebih dahulu.
Secara keseluruhan, artikel ini menekankan pentingnya perencanaan backlog produk dan perencanaan sprint dalam proyek pengembangan agil. Perencanaan backlog produk berkaitan dengan menentukan gambaran besar dan menetapkan prioritas, sedangkan perencanaan sprint berkaitan dengan memilih sebagian item dari backlog produk untuk dikerjakan selama sprint. Kedua aktivitas ini sangat penting bagi keberhasilan proyek pengembangan agil, dan keduanya harus dilakukan dengan hati-hati serta memperhatikan detail.











