Apa itu Pemetaan Cerita Pengguna?
Pemetaan Cerita Pengguna adalah teknik visual untuk mengatur dan memprioritaskan persyaratan produk dengan membuat peta dari cerita pengguna. Teknik ini dikembangkan oleh Jeff Patton, dan membantu tim produk untuk menciptakan pemahaman bersama mengenai fitur produk dan bagaimana hubungannya dengan tujuan pengguna.

Mengapa Pemetaan Cerita Pengguna Penting?
Pemetaan Cerita Pengguna penting karena membantu tim produk untuk:
- Memrioritaskan fitur berdasarkan kebutuhan dan tujuan pengguna
- Memecah fitur yang kompleks menjadi cerita pengguna yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola
- Menciptakan pemahaman bersama mengenai persyaratan dan cakupan produk
- Mengidentifikasi celah atau fungsi yang hilang dalam produk
- Merencanakan rilis dan sprint secara lebih efektif
- Mengkomunikasikan persyaratan produk kepada pemangku kepentingan secara lebih jelas
Bagaimana cara membuat Peta Cerita Pengguna?
Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat Peta Cerita Pengguna:
- Tentukan persona pengguna: Identifikasi persona pengguna yang akan menggunakan produk. Persona pengguna adalah karakter fiksi yang mewakili pengguna produk.
- Tentukan tujuan pengguna: Identifikasi tujuan pengguna dan hasil yang ingin dicapai dengan menggunakan produk.
- Buat daftar fitur: Tuliskan semua fitur yang diperlukan untuk mencapai tujuan pengguna.
- Kelompokkan fitur berdasarkan tema: Kelompokkan fitur berdasarkan fungsionalitas atau tujuan pengguna.
- Buat cerita pengguna: Buat cerita pengguna untuk setiap fitur. Cerita pengguna adalah deskripsi singkat dan sederhana dari fitur dari sudut pandang pengguna.
- Prioritaskan cerita pengguna: Prioritaskan cerita pengguna berdasarkan pentingnya terhadap tujuan pengguna.
- Peta cerita pengguna: Peta cerita pengguna pada kisi. Sumbu x mewakili perjalanan pengguna, sedangkan sumbu y mewakili tingkat kepentingan.
- Identifikasi celah: Identifikasi celah dalam peta dan tambahkan cerita pengguna yang hilang.
- Rencanakan rilis dan sprint: Rencanakan rilis dan sprint berdasarkan cerita pengguna.
Kiat untuk Pemetaan Cerita Pengguna yang Efektif
- Libatkan seluruh tim: Pemetaan Cerita Pengguna adalah proses kolaboratif yang melibatkan seluruh tim produk.
- Mulai dari pengguna: Selalu mulai dari tujuan dan hasil pengguna, lalu bekerja mundur untuk mengidentifikasi fitur yang diperlukan untuk mencapainya.
- Jaga kesederhanaan: Pemetaan Cerita Pengguna harus sederhana dan mudah dipahami. Hindari membuatnya terlalu kompleks atau terlalu rinci.
- Fokus pada hasil: Fokus pada hasil yang ingin dicapai pengguna, bukan pada fitur itu sendiri.
- Prioritaskan secara tegas: Prioritaskan cerita pengguna secara tegas untuk memastikan bahwa Anda membangun fitur yang paling penting terlebih dahulu.
- Bersikap terbuka terhadap perubahan: Pemetaan Cerita Pengguna adalah proses dinamis, jadi bersikap terbuka untuk mengubah peta seiring Anda mempelajari lebih banyak tentang produk dan penggunanya.
Peta Cerita dari Visual Paradigm adalah alat yang kuat yang mendukung struktur hierarkis fleksibel 3 atau 4 tingkat untuk pengumpulan persyaratan, sehingga cocok untuk proyek yang kompleks, sedang, atau sederhana. Dengan Peta Cerita, Anda dapat mulai dengan mengumpulkan fitur pengguna dari berbagai sumber, seperti kasus penggunaan, diagram BPMN, diagram WBS, atau bahkan peta pikiran. Fitur pengguna ini kemudian diorganisasi menjadi daftar backlog aktivitas pengguna, yang kemudian dipecah lebih lanjut menjadi tugas-tugas kerangka jalan yang saling terkait dan mencerminkan kebutuhan pengguna.

Peta Cerita 4 Tingkat untuk Proyek yang Lebih Kompleks

Untuk memfasilitasi pengembangan perangkat lunak, tugas-tugas ini dapat dibagi lebih lanjut menjadi epik dan cerita pengguna, yang memberikan pemecahan lebih rinci terhadap pekerjaan yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan pengguna. Struktur hierarkis ini memungkinkan pendekatan yang lebih efisien dan efektif dalam memprioritaskan dan mengelola kebutuhan, membantu tim Anda untuk fokus pada fitur-fitur paling penting terlebih dahulu.
Kesimpulan
Peta Cerita Pengguna adalah teknik yang kuat untuk mengorganisasi dan memprioritaskan kebutuhan produk. Dengan membuat Peta Cerita Pengguna, tim produk dapat memperoleh pemahaman bersama terhadap kebutuhan dan cakupan produk, memprioritaskan fitur berdasarkan kebutuhan dan tujuan pengguna, serta merencanakan rilis dan sprint secara lebih efektif. Dengan mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan di atas dan mempertimbangkan tips yang ada, Anda dapat membuat Peta Cerita Pengguna yang efektif yang akan membantu Anda membangun produk yang sukses.
Secara keseluruhan, Peta Cerita Visual Paradigm menyediakan solusi komprehensif untuk mengumpulkan dan mengorganisasi kebutuhan, menjadikannya alat penting bagi setiap tim produk yang ingin membangun produk perangkat lunak yang sukses.











