Lompat ke konten
Read this post in: de_DEen_USes_ESfr_FRid_IDjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW
Home » Data Modeling / Database » Menguasai Pemodelan ERD Lanjutan: Tutorial Komprehensif dengan Contoh

Menguasai Pemodelan ERD Lanjutan: Tutorial Komprehensif dengan Contoh

1. Pengantar ERD

Diagram Entitas-Relasi (ERD) berfungsi sebagai alat visual yang kuat untuk memetakan secara komprehensif struktur basis data. Ini memberikan gambaran grafis tentang bagaimana berbagai entitas dalam basis data saling terkait, sekaligus menyoroti atribut yang terkait dengan setiap entitas. ERD sangat berharga selama tahap perancangan basis data karena memudahkan proses menentukan kebutuhan data dan membangun pemahaman yang jelas mengenai arsitektur basis data. Selain itu, mereka unggul dalam menyampaikan hubungan data yang rumit, menjadikannya alat komunikasi yang tak tergantikan bagi para pemangku kepentingan teknis maupun non-teknis yang terlibat dalam proyek pengembangan basis data.

Contoh ERD

Diagram Entitas-Relasi (ERD) umum adalah representasi visual yang digunakan dalam perancangan basis data untuk menggambarkan struktur dan hubungan di dalam basis data.

Cara tampilan ERD dapat bervariasi tergantung pada kompleksitas basis data dan konvensi pemodelan yang digunakan. Namun, dalam ERD umum, Anda akan melihat entitas direpresentasikan sebagai persegi panjang dengan atribut-atributnya tercantum di dalamnya. Garis yang menghubungkan entitas menunjukkan hubungan antar entitas, dan label pada garis tersebut menentukan sifat hubungan tersebut. Berikut adalah representasi teks sederhana dari tampilan ERD umum:

 

Data Modeling / Database Archives - Visual Paradigm Guides

2. Komponen Dasar ERD

Sebelum mempelajari konsep lanjutan, mari kita ulas secara singkat komponen dasar ERD:

  • Entitas:Mewakili objek atau konsep dunia nyata, seperti seseorang, tempat, atau benda. Entitas digambarkan sebagai persegi panjang dalam ERD.
  • Atribut:Menggambarkan sifat atau ciri khas dari sebuah entitas. Atribut biasanya ditampilkan sebagai oval yang terhubung ke entitas terkait.
  • Hubungan:Menggambarkan bagaimana entitas saling terkait. Hubungan digambarkan sebagai garis yang menghubungkan entitas, sering kali dengan frasa verba yang menjelaskan asosiasi tersebut.
  • Kardinalitas:Menentukan jumlah contoh satu entitas yang dapat terkait dengan entitas lain. Notasi kardinalitas umum meliputi “1” untuk satu, “N” untuk banyak, dan “0..1” untuk hubungan opsional.

Database Design: Entity-Relationship Diagrams

  • Kunci Utama (PK):Kunci utama adalah pengenal unik untuk setiap catatan (baris) dalam tabel basis data. Ini memastikan bahwa setiap baris memiliki nilai yang berbeda dan tidak kosong, menjadikannya komponen penting untuk integritas data dan pengambilan data yang efisien. Dalam ERD, kunci utama direpresentasikan sebagai atribut yang digarisbawahi di dalam entitas.
  • Kunci Asing (FK):Kunci asing adalah atribut atau sekumpulan atribut dalam satu tabel yang merujuk pada kunci utama dari tabel lain. Ini menciptakan koneksi atau hubungan antara data dalam dua tabel. Dalam ERD, kunci asing direpresentasikan sebagai garis padat yang menghubungkan dua entitas, biasanya dengan notasi yang menunjukkan hubungan, seperti “1:N” untuk hubungan satu-ke-banyak.

3. Konsep ERD Lanjutan

a. Subtipe dan Supertipe

Dalam beberapa kasus, entitas dapat dibagi menjadi subtipe, masing-masing dengan atribut khususnya sendiri. Konsep ini digunakan untuk merepresentasikan hubungan hierarkis dalam sebuah entitas.

Contoh: Pertimbangkan entitas “Orang” dengan subtipe “Karyawan” dan “Pelanggan.” Subtipe “Karyawan” mungkin memiliki atribut seperti “IDKaryawan” dan “TanggalPerekrutan,” sementara subtipe “Pelanggan” memiliki atribut seperti “IDPelanggan” dan “TanggalPendaftaran.”

b. Entitas Asosiatif

Entitas asosiatif digunakan untuk merepresentasikan hubungan banyak-ke-banyak antara dua entitas. Mereka memperkenalkan entitas baru untuk menyelesaikan hubungan banyak-ke-banyak.

Contoh: Dalam basis data universitas, Anda mungkin memiliki entitas “Mahasiswa” dan entitas “Mata Kuliah.” Untuk merepresentasikan hubungan banyak-ke-banyak antara mahasiswa dan mata kuliah, Anda memperkenalkan entitas “Pendaftaran” dengan atribut seperti “IDPendaftaran” dan “TanggalPendaftaran.”

c. Atribut Multivalued

Atribut multivalued dapat memiliki beberapa nilai untuk satu entitas. Mereka sering direpresentasikan sebagai oval ganda yang terhubung ke entitas.

Contoh: Dalam entitas “Buku,” Anda mungkin memiliki atribut multivalued “Penulis” yang dapat berisi beberapa nama penulis.

d. Atribut Turunan

Atribut turunan adalah atribut yang nilainya dapat diperoleh dari atribut lain dalam basis data. Mereka biasanya direpresentasikan dengan oval putus-putus.

Contoh: Dalam entitas “Orang”, Anda mungkin memiliki atribut turunan “Usia”, yang dapat dihitung berdasarkan “Tanggal Lahir”.

4. Contoh ERD Lanjutan

a. Sistem Manajemen Perpustakaan

Mari kita buat ERD untuk sistem manajemen perpustakaan dengan konsep lanjutan:

  • Entitas: Buku, Penulis, Mahasiswa, Pustakawan, Transaksi
  • Subtipe: Karyawan (Pustakawan), Pelanggan (Mahasiswa)
  • Entitas Asosiatif: SalinanBuku (untuk mengelola beberapa salinan buku)
  • Atribut Multivalued: Nama Penulis
  • Atribut Turunan: Usia Mahasiswa

b. Platform E-commerce

Pertimbangkan platform e-commerce dengan fitur lanjutan:

  • Entitas: Pengguna, Produk, Pesanan, Pembayaran
  • Subtipe: Pelanggan, Penjual
  • Entitas Asosiatif: ItemPesanan (untuk merepresentasikan produk dalam pesanan)
  • Atribut Multivalued: Atribut Produk (misalnya, ukuran, warna)
  • Atribut Turunan: Total Harga Pesanan

6. Kesimpulan

Membuat ERD lanjutan melibatkan pemodelan hubungan dan atribut data yang kompleks. Memahami subtipe, supertipe, entitas asosiatif, atribut multivalued, dan atribut turunan sangat penting untuk merancang sistem basis data yang komprehensif. Dengan alat dan konsep yang tepat, Anda dapat secara efektif merepresentasikan dan menyampaikan struktur model data Anda.

Tinggalkan Balasan