Pendahuluan
Model dan Notasi Proses Bisnis (BPMN) adalah alat yang kuat yang memungkinkan organisasi untuk merepresentasikan dan menganalisis proses bisnis mereka secara visual. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi BPMN melalui sudut pandang contoh – proses pengiriman air murni dari Perusahaan Air Murni The True Aqua.
Memahami Proses Saat Ini:
Perusahaan Air Murni The True Aqua bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasarnya dengan mengoptimalkan proses pemesanan air murni. Saat ini, pelanggan dapat melakukan pemesanan melalui hotline atau melalui email, dengan 90% pesanan berasal dari panggilan telepon dan 10% dari email.

Setelah menerima pesanan, asisten layanan pelanggan melakukan langkah penting: memeriksa apakah pelanggan merupakan pelanggan lama atau baru. Untuk pelanggan baru, akun pelanggan dibuat sebelum memproses pesanan. Pengiriman air murni dilakukan setiap hari Rabu, dan departemen logistik mengelola penjadwalan serta penugasan pekerja untuk memenuhi pesanan.
Elemen-Elemen Kunci BPMN dalam Proses Ini:
- Kejadian Mulai dan Akhir:
- Proses dimulai dengan kejadian mulai, yang mewakili awal dari proses pemesanan air murni.
- Proses berakhir dengan kejadian akhir, yang menandai pengiriman air murni yang berhasil.
- Aktivitas:
- Aktivitas adalah tugas atau tindakan dalam proses. Dalam kasus ini, aktivitas mencakup menerima pesanan, memeriksa status pelanggan, membuat akun pelanggan, mengalihkan pesanan ke logistik, menjadwalkan pengiriman, dan mengirimkan air kepada pelanggan.
- Gerbang:
- Gerbang eksklusif digunakan untuk mewakili titik keputusan. Misalnya, setelah menerima pesanan, proses berbeda berdasarkan apakah pelanggan baru atau pelanggan lama.

- Aliran Urutan:
- Aliran urutan menggambarkan urutan pelaksanaan aktivitas. Misalnya, setelah memeriksa status pelanggan, proses berjalan berbeda untuk pelanggan baru dan pelanggan lama.

- Layar Kebus:
- Layar kebus membantu mengatur aktivitas berdasarkan peran atau departemen yang bertanggung jawab. Dalam kasus ini, terdapat layar kebus untuk layanan pelanggan dan logistik, yang secara jelas membedakan tanggung jawab mereka.
Mengoptimalkan Proses:
Untuk meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan, Perusahaan Air Murni The True Aqua dapat mempertimbangkan optimasi berbasis BPMN berikut:
- Otomatisasi Pembuatan Akun Pelanggan:
- Terapkan sistem otomatis untuk membuat akun pelanggan guna mengurangi usaha manual dan meningkatkan akurasi.
- Integrasi Saluran Komunikasi:
- Telusuri cara untuk mengintegrasikan panggilan telepon dan pesanan email secara mulus ke dalam sistem terpadu untuk manajemen pesanan yang lebih baik.
- Pelacakan Pesanan Secara Real-time:
- Terapkan sistem bagi pelanggan untuk melacak pesanan mereka secara real-time, memberikan transparansi dan meningkatkan kepuasan.
- Penjadwalan Dinamis:
- Perkenalkan kemampuan penjadwalan dinamis untuk mengoptimalkan rute pengiriman berdasarkan lokasi pesanan, mengurangi waktu dan biaya pengiriman.
Kesimpulan:
BPMN berfungsi sebagai alat yang kuat untuk memvisualisasikan, menganalisis, dan mengoptimalkan proses bisnis. Dalam kasus Perusahaan Air Murni The True Aqua, memanfaatkan prinsip-prinsip BPMN dapat menghasilkan proses pemesanan air murni yang lebih efisien dan terstruktur, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap tujuan perusahaan untuk meningkatkan pangsa pasar dan kepuasan pelanggan. Seiring terus berkembangnya bisnis, BPMN tetap menjadi aset yang tak ternilai bagi perbaikan proses dan inovasi.











