Lompat ke konten
Read this post in: de_DEen_USes_ESfr_FRid_IDjapl_PLpt_PTru_RUvizh_CNzh_TW
Home » Agile & Scrum » Memahami Tim Pengembangan Scrum: Bentuk T vs. Bentuk I

Memahami Tim Pengembangan Scrum: Bentuk T vs. Bentuk I

Pendahuluan

Di dunia pengembangan perangkat lunak yang dinamis, Scrum telah menjadi kerangka kerja pilihan untuk memupuk kolaborasi, fleksibilitas, dan efisiensi. Di inti setiap proyek Scrum terdapat tim pengembangan, yaitu kelompok individu yang beragam yang bertanggung jawab atas pengiriman perangkat lunak berkualitas tinggi secara bertahap. Dalam tim-tim ini, Anda akan menemukan berbagai keterampilan, dengan beberapa anggota memiliki profil bentuk T dan lainnya bentuk I. Dalam artikel ini, kami mengeksplorasi konsep tim pengembangan Scrum, ciri-ciri yang membedakan anggota tim bentuk T dan bentuk I, serta bagaimana menemukan keseimbangan yang tepat antara kedua profil ini dapat mengarah pada keberhasilan proyek.

T-Shaped Professionals

Ikhtisar Tim Pengembangan Scrum

Tim pengembangan Scrum adalah kelompok yang mandiri yang bertanggung jawab atas pengiriman peningkatan produk yang dapat dikirimkan pada akhir setiap sprint, biasanya dalam waktu dua hingga empat minggu. Tim-tim ini bersifat lintas fungsi, yang berarti mencakup semua keterampilan dan kompetensi yang diperlukan untuk merancang, mengembangkan, menguji, dan menerapkan perangkat lunak.

Anggota Tim Bentuk T

  1. Keterampilan Khusus: Dalam tim Scrum, anggota bentuk T adalah seseorang yang memiliki keterampilan utama yang kuat atau bidang keahlian khusus, sering disebut sebagai keterampilan ‘vertikal’ mereka. Keterampilan ini bisa berupa pemrograman, desain, jaminan kualitas, atau bidang khusus lainnya yang terkait dengan pengembangan perangkat lunak.
  2. Pengetahuan Luas: Yang membedakan individu bentuk T adalah kemauan dan kemampuan mereka untuk memperoleh keterampilan yang lebih luas di berbagai bidang dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Mereka memiliki pemahaman praktis terhadap peran dan tanggung jawab anggota tim lainnya, yang memungkinkan mereka berkolaborasi secara efektif.
  3. Keunggulan Kolaboratif: Anggota tim bentuk T unggul dalam kolaborasi lintas fungsi. Mereka dapat langsung membantu rekan kerja bila dibutuhkan, sehingga memastikan tim dapat beradaptasi terhadap perubahan dan menangani berbagai tugas secara bersama-sama.

Contoh Nyata: Bayangkan tim pengembangan Scrum yang terdiri dari anggota bentuk T. Seorang pengembang mungkin memiliki keahlian dalam pengembangan backend (keterampilan vertikal), tetapi juga mahir dalam pengembangan frontend, pengujian otomatis, dan administrasi basis data (keterampilan horisontal). Pengembang ini dapat berkolaborasi secara mulus dengan desainer UI/UX, insinyur QA, dan administrator basis data, sehingga membuat tim menjadi sangat fleksibel dan adaptif.

Anggota Tim Bentuk I

  1. Spesialisasi Mendalam: Di sisi lain, anggota tim bentuk I adalah seseorang yang memiliki keahlian mendalam dalam satu bidang atau area keterampilan. Mereka dikenal karena keterampilan ‘vertikal’ mereka, yang telah mereka asah hingga tingkat keahlian yang tinggi.
  2. Pengetahuan Horisontal Terbatas: Berbeda dengan anggota tim bentuk T, individu bentuk I memiliki pengetahuan dan pengalaman terbatas di bidang lain di luar bidang keahlian mereka. Mereka biasanya fokus pada peran khusus mereka dan mungkin tidak secara aktif terlibat dalam tugas di luar itu.
  3. Pendekatan Berbasis Peran: Anggota tim bentuk I unggul dalam peran khusus mereka dan sangat penting dalam menghasilkan output berkualitas tinggi dalam bidang mereka.

Contoh Nyata: Bayangkan tim pengembangan Scrum yang terdiri dari anggota bentuk I. Dalam kasus ini, seorang spesialis keamanan khusus menjadi bagian dari tim. Individu ini memiliki pengetahuan dan pengalaman luas dalam keamanan siber, tetapi mungkin tidak secara aktif berkontribusi pada bidang lain seperti pengembangan frontend atau manajemen basis data. Meskipun fokus utama anggota tim ini adalah keamanan, kontribusinya sangat berharga dalam memastikan keamanan dan integritas perangkat lunak.

Contoh: Anggota Bentuk T vs. Bentuk I

Tim pengembangan Scrum, dengan campuran anggota bentuk T dan bentuk I, menawarkan pendekatan yang lebih agil dan kolaboratif dalam pengembangan perangkat lunak. Mereka menekankan fleksibilitas, umpan balik pelanggan, dan perbaikan berkelanjutan, yang dapat menghasilkan hasil yang lebih cepat dan lebih berfokus pada pelanggan. Di sisi lain, tim pengembangan tradisional sering beroperasi dengan peran dan proses yang lebih kaku, yang mungkin tidak secepat respons terhadap perubahan kebutuhan proyek atau kebutuhan pelanggan.

Untuk membandingkan tim pengembangan Scrum (yang sering mencakup anggota bentuk T dan bentuk I) dengan tim pengembangan tradisional, kita dapat membuat tabel yang menyoroti perbedaan utama antara dua pendekatan ini:

Aspek Tim Pengembangan Scrum Tim Pengembangan Tradisional
Struktur Tim Tim yang mandiri dan lintas fungsi Tim berjenjang, seringkali tim khusus
Peran dan Spesialisasi Kombinasi anggota dengan bentuk T dan I Peran spesialis (misalnya, pengembang, QA)
Keragaman Keterampilan Mendorong berbagai keterampilan Cenderung fokus pada keterampilan khusus peran
Kolaborasi Penekanan kuat pada kolaborasi Kolaborasi mungkin terbatas pada peran
Keserbagunaan Sangat adaptif dan fleksibel Bisa kesulitan beradaptasi terhadap kebutuhan yang berubah
Pemilikan Proyek Pemilikan bersama terhadap hasil proyek Peran individu dengan pemilikan khusus
Pengembangan Iteratif Pendekatan bertahap dan iteratif (Sprint) Pengembangan Air Terjun atau berurutan
Umpan Balik Pelanggan Umpan balik pelanggan terintegrasi (demo Sprint) Keterlibatan pelanggan terbatas
Manajemen Perubahan Menerima perubahan, beradaptasi dengan cepat Mengalami resistensi terhadap perubahan di tengah proyek
Transparansi Proyek Kemajuan yang transparan (misalnya, standup harian) Keterlihatan terbatas hingga akhir proyek
Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan terdesentralisasi Pengambilan keputusan terpusat (misalnya, PM)
Hasil yang Dikirim Increment yang sering, yang mungkin dapat dikirim Siklus pengembangan yang lebih panjang

Memilih Campuran yang Tepat

Komposisi tim pengembangan Scrum dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan proyek, tujuan organisasi, dan dinamika tim. Anggota tim dengan profil T dan I masing-masing memiliki kekuatan, dan campuran ideal sering kali tergantung pada kompleksitas dan persyaratan proyek.

Dalam beberapa kasus, memiliki tim yang didominasi oleh anggota dengan profil T dapat meningkatkan fleksibilitas dan adaptabilitas, memungkinkan tim menangani berbagai tugas secara efisien. Di sisi lain, untuk proyek yang membutuhkan keahlian mendalam di bidang tertentu, memiliki beberapa spesialis dengan profil I dapat menjadi krusial untuk mencapai tingkat kualitas dan keamanan yang tinggi.

Kesimpulan

Tim pengembangan Scrum adalah tulang punggung pengembangan perangkat lunak Agile. Mereka adalah kelompok lintas fungsi yang mandiri, yang bertanggung jawab atas pengiriman peningkatan produk secara bertahap dalam waktu yang singkat. Anggota tim ini terdiri dari dua jenis utama: dengan profil T dan profil I.

Anggota tim dengan profil T memiliki keterampilan utama yang kuat, sering disebut sebagai keterampilan ‘vertikal’ mereka, serta pengetahuan yang lebih luas tentang berbagai bidang dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Mereka unggul dalam kolaborasi lintas fungsi, menjadikan mereka pemain tim yang sangat adaptif dan serba bisa.

Sebaliknya, anggota tim dengan profil I memiliki keahlian mendalam dalam bidang atau area keterampilan tertentu, yang dikenal sebagai keterampilan ‘vertikal’ mereka, tetapi memiliki pengetahuan terbatas di luar bidang tersebut. Mereka unggul dalam peran khusus mereka, berkontribusi pada hasil berkualitas tinggi dalam bidang mereka.

Kunci utamanya terletak pada menemukan campuran yang tepat dari kedua profil ini, karena komposisi ideal tergantung pada kompleksitas dan persyaratan proyek. Menjaga keseimbangan antara anggota tim dengan profil T dan profil I dapat menjadi krusial bagi keberhasilan proyek, memastikan fleksibilitas, efisiensi, dan kualitas dalam upaya pengembangan perangkat lunak.

Tinggalkan Balasan