Apa itu Pemodelan Kasus Pengguna
Kasus pengguna merupakan alat penting dalam pengembangan perangkat lunak untuk membantu menentukan persyaratan sistem dan memastikan bahwa produk akhir memenuhi kebutuhan pengguna. Kasus pengguna yang terstruktur dengan baik menggambarkan langkah-langkah yang diambil pengguna untuk mencapai tujuan tertentu, serta memberikan pemahaman yang jelas tentang apa yang harus dilakukan sistem untuk mendukung tujuan tersebut. Dalam panduan ini, kita akan mengeksplorasi cara mengatur kasus pengguna dengan fokus pada tujuan, mengapa hal ini penting, dan bagaimana membuat kasus pengguna yang efektif.

Tujuan Kasus Pengguna
Tujuan utama kasus pengguna adalah menangkap kebutuhan pengguna dan memberikan gambaran rancangan bagi tim pengembangan untuk diikuti. Ini membantu memastikan bahwa sistem memenuhi kebutuhan pengguna dan dirancang dengan pendekatan yang berpusat pada pengguna. Kasus pengguna harus secara jelas mendefinisikan hal-hal berikut:
- Tujuan yang ingin dicapai pengguna
- Langkah-langkah yang terlibat dalam mencapai tujuan
- Aktor yang terlibat dalam proses (misalnya, pengguna, sistem, entitas eksternal)
- Hasil yang diharapkan dari proses tersebut
Dengan mengatur kasus pengguna menggunakan elemen-elemen ini, menjadi lebih mudah untuk mengidentifikasi masalah potensial, memprediksi kebutuhan pengguna, dan merancang sistem yang memenuhi kebutuhan tersebut.
Mengapa Kasus Pengguna Penting?
Kasus pengguna penting karena beberapa alasan, antara lain:
- Kejelasan –Kasus pengguna memberikan pemahaman yang jelas dan ringkas mengenai tujuan pengguna dan langkah-langkah yang terlibat dalam mencapainya. Ini membantu memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam proses pengembangan memiliki pemahaman bersama tentang apa yang harus dilakukan sistem.
- Berpusat pada pengguna – Kasus pengguna memberikan pendekatan berpusat pada pengguna dalam pengembangan perangkat lunak. Dengan memfokuskan pada kebutuhan dan tujuan pengguna, sistem dapat dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut, menghasilkan sistem yang lebih mudah digunakan dan efektif.
- Komunikasi – Kasus pengguna memberikan bahasa bersama yang dapat digunakan untuk berkomunikasi mengenai persyaratan dan ekspektasi antar pemangku kepentingan, termasuk pengembang, desainer, dan pengguna.
- Validasi Persyaratan – Kasus pengguna memberikan cara untuk memvalidasi persyaratan dengan menguji mereka terhadap tujuan dan skenario pengguna. Ini membantu mengidentifikasi masalah potensial sejak awal proses pengembangan dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.
Cara Mengatur Kasus Pengguna
Kasus pengguna dapat diatur dengan berbagai cara, tetapi mereka harus selalu mencakup elemen kunci yang disebutkan sebelumnya. Berikut adalah pendekatan umum untuk mengatur kasus pengguna:
- Tentukan tujuan pengguna – Mulailah dengan mengidentifikasi tujuan yang ingin dicapai pengguna. Ini harus berupa pernyataan yang jelas dan ringkas yang mencerminkan tujuan pengguna.
- Tentukan aktor – Selanjutnya, identifikasi aktor yang terlibat dalam proses tersebut. Ini bisa mencakup pengguna, sistem, dan entitas eksternal yang berinteraksi dengan sistem.
- Tentukan langkah-langkah – Tentukan langkah-langkah yang terlibat dalam mencapai tujuan. Ini harus berupa deskripsi rinci dari proses, termasuk semua masukan dan keluaran.
- Identifikasi jalur alternatif – Identifikasi jalur alternatif atau pengecualian yang mungkin terjadi selama proses. Ini bisa mencakup kesalahan, masukan yang tidak terduga, atau skenario lain yang dapat memengaruhi hasilnya.
- Tentukan hasil – Akhirnya, tentukan hasil yang diharapkan dari proses tersebut. Ini harus berupa deskripsi yang jelas tentang apa yang harus dilihat atau dialami pengguna ketika proses selesai.
Penting juga untuk diingat bahwa kasus penggunaan harus ditulis dalam bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh semua orang. Gunakan bahasa yang sederhana dan langsung, serta hindari istilah teknis atau deskripsi yang rumit.
Contoh: Melakukan Pembelian di Situs E-commerce
- Tentukan tujuan pengguna – Pengguna ingin membeli produk di situs e-commerce.
- Tentukan aktor – Aktor yang terlibat dalam proses ini adalah pengguna dan situs e-commerce.
- Tentukan langkah-langkah – Langkah-langkah yang terlibat dalam melakukan pembelian di situs e-commerce adalah:
- a. Pengguna menjelajahi situs untuk menemukan produk yang diinginkan.
- b. Pengguna menambahkan produk ke keranjang belanja mereka.
- c. Pengguna meninjau keranjang belanja mereka dan melanjutkan ke proses checkout.
- d. Pengguna memasukkan informasi pengiriman dan pembayaran mereka.
- e. Pengguna meninjau pesanan mereka dan mengonfirmasi pembelian.
- f. Situs mengirim konfirmasi pesanan kepada pengguna.
- Tentukan jalur alternatif – Beberapa jalur alternatif atau pengecualian yang mungkin terjadi selama proses adalah:
- a. Produk habis stok, dan pengguna diberi tahu bahwa produk tersebut tidak dapat ditambahkan ke keranjang mereka.
- b. Pengguna memasukkan informasi pengiriman atau pembayaran yang salah atau tidak lengkap, dan situs menampilkan pesan kesalahan.
- c. Pengguna membatalkan pembelian sebelum mengonfirmasi pesanan.
- Tentukan hasil – Hasil yang diharapkan dari proses ini adalah pengguna berhasil menyelesaikan pembelian, dan situs mengirim konfirmasi pesanan kepada pengguna.
Menguraikan kasus penggunaan dengan Deskripsi Kasus Penggunaan
Judul: Melakukan Pembelian di Situs E-commerce
Tujuan: Pengguna ingin membeli produk di situs e-commerce.
Aktor: Pengguna, situs e-commerce.
Prasyarat: Pengguna berada di situs web e-commerce dan telah mengidentifikasi produk yang diinginkan.
Alur Utama:
- Pengguna menjelajahi situs web untuk menemukan produk yang diinginkan.
- Pengguna menambahkan produk ke keranjang belanja mereka.
- Pengguna meninjau keranjang belanja mereka dan melanjutkan ke proses checkout.
- Pengguna memasukkan informasi pengiriman dan pembayaran mereka.
- Pengguna meninjau pesanan mereka dan mengonfirmasi pembelian.
- Situs web mengirim konfirmasi pesanan ke pengguna.
Alur Alternatif:
- Jika produk habis stok, pengguna akan diberi tahu bahwa produk tersebut tidak dapat ditambahkan ke keranjang mereka.
- Jika pengguna memasukkan informasi pengiriman atau pembayaran yang salah atau tidak lengkap, situs web akan menampilkan pesan kesalahan.
- Jika pengguna membatalkan pembelian sebelum mengonfirmasi pesanan, proses berakhir.
Pasca kondisi:Pengguna telah berhasil menyelesaikan pembelian, dan situs web mengirim konfirmasi pesanan ke pengguna.
Dengan menggabungkan informasi dan langkah-langkah ke dalam deskripsi use case yang tepat, menjadi lebih mudah untuk berkomunikasi dan mendokumentasikan kebutuhan dan ekspektasi sistem. Use case ini kemudian dapat digunakan sebagai acuan selama proses pengembangan untuk memastikan bahwa sistem memenuhi kebutuhan dan tujuan pengguna.
Kesimpulan
Kesimpulannya, merancang use case dengan fokus pada tujuan, mengapa tujuan tersebut penting, dan bagaimana membuat use case yang efektif sangat penting untuk memastikan bahwa sistem memenuhi kebutuhan pengguna. Dengan memberikan pemahaman yang jelas dan ringkas mengenai tujuan pengguna, sistem dapat dirancang dengan pendekatan berpusat pada pengguna, menghasilkan sistem yang lebih mudah digunakan dan efektif. Dengan pendekatan yang tepat dan perhatian terhadap detail, use case dapat menjadi alat yang kuat bagi tim pengembangan perangkat lunak untuk memastikan bahwa mereka menghadirkan produk berkualitas tinggi yang sesuai dengan ekspektasi pengguna.











