Pendahuluan
Memulai sebuah proyek sama seperti berlayar di perairan yang belum dipetakan. Dalam perjalanan dinamis ini, visi proyek berfungsi sebagai bintang utara, membimbing setiap keputusan dan tindakan. Namun, realisasi visi ini bukanlah jalur linier, melainkan sebuah tarian yang diatur oleh interaksi antara backlog produk, backlog sprint, dan increment produk. Artikel ini membahas secara mendalam hubungan simbiotik ini, mengeksplorasi bagaimana visi proyek membentuk backlog, memengaruhi sprint, dan pada akhirnya terwujud dalam increment produk yang terus berkembang.
Tari Symbiotic Visi, Backlog, dan Increment
Mari kita masuk ke dalam kompleksitas visi proyek dan hubungannya dengan berbagai aspek pengembangan agile, khususnya backlog produk, backlog sprint, dan increment produk.

1. Visi Proyek:
- The visi proyekadalah tujuan utama atau hasil yang diinginkan dari proyek. Ini memberikan arah dan tujuan yang jelas bagi seluruh tim.
2. Backlog Produk:
- The backlog produkadalah daftar dinamis yang diprioritaskan berisi fitur, peningkatan, dan perbaikan bug yang perlu ditangani dalam produk. Item-item ini berasal dari visi proyek.
- Setiap item dalam backlog harus berkontribusi terhadap realisasi keseluruhan visi proyek.
3. Backlog Sprint:
- The backlog sprintadalah sebagian item dari backlog produk yang tim berkomitmen untuk mengirimkan selama sprint tertentu.
- Pemilihan item untuk backlog sprint dipengaruhi oleh prioritas yang ditetapkan dalam backlog produk dan kapasitas tim untuk sprint tersebut.
4. Increment Produk:
- The increment produkadalah jumlah dari semua item backlog produk yang telah selesai pada akhir sprint. Ini adalah versi produk yang nyata dan berfungsi.
- Increment harus merupakan produk yang dapat digunakan, meskipun belum mencakup semua fitur yang diinginkan dari visi proyek.
Hubungan:
- Visi proyek menentukan arah keseluruhan, membimbing penciptaan dan prioritas item dalam backlog produk.
- Backlog produk, sebagai repositori semua fitur yang diinginkan, adalah tempat visi proyek diubah menjadi tugas-tugas yang dapat dijalankan.
- Selama perencanaan sprint, item dipilih dari backlog produk untuk membentuk backlog sprint. Pemilihan ini didasarkan pada kapasitas tim dan prioritas item backlog.
- Oleh karena itu, backlog sprint merepresentasikan tujuan jangka pendek yang selaras dengan visi proyek. Ini adalah langkah menuju pencapaian tujuan proyek secara keseluruhan.
- Peningkatan produk yang dihasilkan dari sprint mewakili kemajuan nyata menuju visi proyek. Dalam sprint-sprint berikutnya, setiap peningkatan dibangun atas yang sebelumnya, secara bertahap mewujudkan visi keseluruhan.
Pada intinya, visi proyek berperan sebagai bintang penuntun, memengaruhi isi daftar produk, yang pada gilirannya memberi informasi kepada daftar sprint dan mendorong pengembangan setiap peningkatan produk. Pendekatan iteratif dan inkremental ini memastikan bahwa proyek berkembang sesuai dengan visi utama yang melingkupinya.
Ringkasan
Pada intinya, visi proyek adalah kompas yang mengarahkan upaya tim. Daftar produk, sebagai repositori hidup dari aspirasi, menerjemahkan visi ini menjadi tugas-tugas yang dapat dijalankan. Seiring berjalannya sprint, daftar sprint menjadi pilihan yang dipilih secara cermat, menyelaraskan tujuan jangka pendek dengan visi yang lebih luas. Puncak dari setiap sprint, yaitu peningkatan produk, merupakan wujud nyata dari kemajuan. Proses iteratif ini memastikan tidak hanya terwujudnya fitur-fitur individu, tetapi juga perkembangan yang harmonis menuju visi proyek akhir. Bergabunglah bersama kami saat kami mengungkap nuansa dari tarian ini—di mana visi bertemu eksekusi, dan daftar tugas membuka jalan menuju kemenangan proyek.











