Pendahuluan
Diagram Aliran Data (DFD) adalah alat yang kuat untuk memvisualisasikan dan memahami aliran data dalam suatu sistem. Untuk mewakili kompleksitas suatu sistem secara efektif, DFD dikelompokkan ke dalam berbagai tingkat. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi cara menentukan tingkat DFD dan membahas kriteria untuk menentukan berapa banyak tingkat yang seharusnya dimiliki suatu sistem.
Tingkat DFD
- Diagram Konteks
- Titik awal dari setiap DFD adalah diagram konteks. Ini memberikan gambaran umum tentang seluruh sistem, menunjukkan interaksi antara sistem dan entitas eksternalnya.
- Entitas eksternal, input, dan output diidentifikasi untuk menciptakan representasi yang jelas tentang batas-batas sistem.
- Diagram Tingkat Satu
- Setelah diagram konteks, tingkat berikutnya adalah diagram tingkat satu. Ini memperluas proses yang diidentifikasi dalam diagram konteks, memecahnya menjadi subproses yang lebih rinci.
- Input dan output diperhalus, dan entitas eksternal atau aliran data tambahan dapat ditambahkan berdasarkan analisis mendalam terhadap sistem.
Kriteria Pemelintiran:
- Penyempurnaan Proses
- Salah satu alasan membuat tingkat tambahan adalah untuk memberikan deskripsi yang lebih rinci tentang suatu proses. Jika suatu proses dalam diagram tingkat satu kompleks dan memerlukan penjelasan lebih lanjut, proses tersebut dapat diperluas ke dalam diagram tingkat berikutnya.
- Kesederhanaan dan Kejelasan
- Seiring meningkatnya kompleksitas diagram, diagram dapat menjadi berantakan dan sulit dipahami. Untuk meningkatkan kejelasan, proses dapat dikelompokkan pada tingkat yang lebih rendah, dan proses baru dapat mewakili fungsi kolektifnya.
- Ini sangat berguna ketika proses-proses yang terkait dapat dikelompokkan secara logis bersama, menyederhanakan diagram dan membuatnya lebih mudah dipahami.
- Menghindari Kompleksitas yang Tidak Perlu
- Pemelintiran tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Proses yang dikelompokkan harus memiliki hubungan logis. Mengelompokkan proses secara acak dapat menghasilkan diagram yang rumit dengan proses yang tidak saling terkait dan aliran data yang membingungkan.
- Interaksi Data-Store
- Jika terdapat data-store yang hanya berinteraksi dengan proses tertentu, proses-proses tersebut dan data-store terkait dapat dipindahkan ke tingkat yang lebih rendah. Hal ini membantu menjaga representasi yang jelas mengenai interaksi data.
Proses Pemelintiran
- Menyeimbangkan Diagram:
- Saat Anda membuat tingkat baru, sangat penting untuk menyeimbangkan diagram pada tingkat saat ini dan tingkat yang lebih tinggi. Ini melibatkan memastikan bahwa input, output, dan aliran data tetap konsisten di seluruh tingkatan.
- Penyesuaian yang dibuat pada tingkat yang lebih rendah harus tercermin dalam diagram tingkat yang lebih tinggi untuk menjaga koherensi.
Kiat dan Trik untuk Membuat DFD yang Efektif
- Mulailah dengan Diagram Konteks:
- Selalu mulai proses DFD dengan membuat diagram konteks. Ini menetapkan batas sistem, entitas eksternal, dan aliran data tingkat tinggi.
- Identifikasi Entitas Eksternal Terlebih Dahulu:
- Saat melangkah ke tingkat satu, identifikasi entitas eksternal terlebih dahulu sebelum memasuki proses. Ini menjaga fokus pada interaksi sistem dengan lingkungan eksternal.
- Selalu Seimbangkan Diagram:
- Jaga keseimbangan antara diagram konteks dan diagram tingkat satu. Setiap perubahan yang dibuat pada tingkat yang lebih rendah harus tercermin dalam diagram tingkat yang lebih tinggi untuk memastikan konsistensi.
- Sempurnakan Masukan dan Keluaran:
- Pada diagram tingkat satu, fokuslah pada penyempurnaan masukan dan keluaran untuk setiap proses. Analisis mendalam ini membantu memahami aliran data dalam sistem.
- Gunakan Nama Proses yang Deskriptif:
- Ketika membuat proses baru pada tingkat yang lebih rendah, pastikan nama-namanya bersifat deskriptif. Ini membantu memahami tujuan setiap proses tanpa harus merujuk pada detailnya.
- Pengelompokan Proses yang Logis:
- Ketika menyederhanakan diagram dengan mengelompokkan proses, pastikan terdapat hubungan logis di antara mereka. Coba buat nama baru untuk proses yang dikelompokkan untuk memverifikasi konsistensi pengelompokan tersebut.
- Hindari Penentuan Tingkat yang Sembarangan:
- Penentuan tingkat harus bermaksud. Jangan membuat diagram tingkat yang lebih rendah secara sembarangan. Setiap tingkat harus menambah nilai dengan cara menyempurnakan proses atau meningkatkan kejelasan.
- Evaluasi Interaksi dengan Penyimpanan Data:
- Ketika memindahkan proses ke tingkat yang lebih rendah, pertimbangkan interaksi dengan penyimpanan data. Jika penyimpanan data tertentu hanya berinteraksi dengan sekelompok proses, sertakan mereka dalam diagram tingkat yang lebih rendah untuk konteks yang lebih baik.
- Pikirkan Batas Sistem:
- Secara berkala tinjau kembali batas sistem. Jika entitas eksternal, masukan, atau keluaran berubah, perbarui kedua diagram konteks dan diagram tingkat satu sesuai dengan perubahan tersebut.
- Utamakan Kejelasan daripada Kompleksitas:
- Tujuan utama dari penentuan tingkat adalah menyederhanakan dan memperjelas. Jika diagram menjadi terlalu kompleks, cari peluang untuk mengelompokkan proses secara logis dan menyederhanakan representasinya.
- Ulangi dan Tinjau Kembali:
- Secara rutin tinjau kembali DFD dan lakukan iterasi sesuai kebutuhan. Umpan balik dari pemangku kepentingan dan anggota tim dapat memberikan wawasan berharga untuk perbaikan.
- Dokumentasikan Asumsi dan Keputusan:
- Dokumentasikan semua asumsi yang dibuat dan keputusan yang diambil selama proses pembuatan DFD. Ini membantu menjaga kejelasan dan memberikan referensi untuk pembaruan di masa depan.
Ingatlah, DFD adalah representasi dinamis yang seharusnya berkembang seiring dengan pemahaman yang lebih mendalam terhadap sistem. Menggunakan tips dan trik ini akan berkontribusi dalam menciptakan diagram aliran data yang jelas, bermakna, dan efektif.
Kesimpulan
Proses pembuatan DFD melibatkan pendekatan sistematis terhadap tingkatan dan penentuan tingkat. Tujuannya adalah memberikan representasi yang jelas dan komprehensif terhadap sistem sambil menghindari kompleksitas yang tidak perlu. Baik sedang menyempurnakan proses untuk kejelasan atau menyederhanakan diagram, kuncinya adalah mempertahankan struktur logis yang memperkuat pemahaman. Ingatlah, penentuan tingkat adalah alat yang dimaksudkan untuk menyederhanakan dan memperjelas, dan seharusnya digunakan secara bijaksana untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.











