1. Pengantar Pengembangan Agile dan Cerita Pengguna
Metodologi pengembangan Agile telah menjadi semakin populer dalam pengembangan perangkat lunak selama dekade terakhir. Pengembangan Agile adalah pendekatan yang iteratif dan fleksibel yang menekankan kolaborasi dan keterlibatan pelanggan sepanjang proses pengembangan. Salah satu prinsip utama Agile adalah fokus pada pengiriman nilai kepada pelanggan melalui pengembangan perangkat lunak yang berfungsi.
Cerita pengguna merupakan komponen krusial dalam pengembangan Agile. Mereka merupakan cara yang ringkas dan mudah dipahami untuk menggambarkan kebutuhan dan persyaratan pengguna. Cerita pengguna membantu memastikan bahwa upaya pengembangan difokuskan pada pengiriman nilai kepada pengguna dengan memberikan pemahaman yang jelas tentang apa yang perlu dilakukan dan mengapa.
Dalam panduan pembelajaran ini, kita akan mengeksplorasi konsep-konsep utama dan teknik-teknik untuk menulis cerita pengguna yang efektif dalam proyek pengembangan Agile. Kita akan membahas cara membuat persona pengguna untuk mewakili berbagai jenis pengguna, anatomi cerita pengguna yang efektif, serta teknik untuk menyempurnakan cerita pengguna berdasarkan umpan balik dan prioritas. Kita juga akan membahas pentingnya membuat kriteria penerimaan dan cara berkolaborasi secara efektif dengan pemangku kepentingan serta tim pengembangan.
Pada akhir panduan pembelajaran ini, Anda akan memiliki pemahaman yang kuat tentang cara menulis cerita pengguna yang efektif yang akan membantu tim pengembangan Agile Anda untuk menghadirkan nilai kepada pelanggan.
2. Memahami Kebutuhan Pengguna dan Membuat Persona Pengguna
Sebelum kita dapat menulis cerita pengguna yang efektif, kita perlu memahami kebutuhan dan persyaratan pengguna. Ini melibatkan pembuatan persona pengguna yang mewakili berbagai jenis pengguna dan memahami tujuan, motivasi, serta titik kesulitan mereka.
Mengapa memahami kebutuhan pengguna itu penting
Kebutuhan pengguna sangat penting bagi keberhasilan setiap proyek pengembangan perangkat lunak. Memahami kebutuhan pengguna membantu kita memastikan bahwa kita sedang membangun perangkat lunak yang memenuhi kebutuhan pengguna dan memberikan nilai bagi mereka. Dengan membuat persona pengguna dan memahami tujuan mereka, kita dapat memastikan bahwa cerita pengguna difokuskan pada pengiriman nilai kepada pengguna.
Membuat persona pengguna
Persona pengguna adalah representasi fiksi dari berbagai jenis pengguna. Mereka membantu kita memahami kebutuhan, tujuan, dan perilaku pengguna yang sedang kita bangun perangkat lunak untuknya. Persona pengguna biasanya mencakup informasi demografis, seperti usia dan jenis kelamin, serta informasi tentang pekerjaan, tujuan, dan titik kesulitan pengguna.
Untuk membuat persona pengguna yang efektif, kita perlu mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Ini dapat mencakup melakukan wawancara dengan pengguna, menganalisis data pengguna, dan mengamati pengguna dalam lingkungan alaminya. Kita juga dapat menggunakan alat seperti survei dan kuesioner untuk mengumpulkan informasi tentang kebutuhan pengguna.
Tips untuk membuat persona pengguna yang efektif
Untuk membuat persona pengguna yang efektif, kita harus mempertimbangkan tips berikut:
- Gunakan data nyata sebisa mungkin: Gunakan data nyata dari wawancara dan survei pengguna untuk membuat persona yang realistis yang secara akurat merepresentasikan kebutuhan dan perilaku pengguna.
- Fokus pada tujuan dan perilaku: Persona pengguna harus fokus pada tujuan dan perilaku pengguna, bukan hanya informasi demografis.
- Jaga agar persona tetap diperbarui: Kebutuhan dan perilaku pengguna dapat berubah seiring waktu, sehingga penting untuk menjaga agar persona tetap diperbarui agar secara akurat merepresentasikan pengguna.
Dengan memahami kebutuhan pengguna dan membuat persona pengguna yang efektif, kita dapat menulis cerita pengguna yang lebih efektif yang difokuskan pada pengiriman nilai kepada pengguna.
3. Anatomi Cerita Pengguna yang Efektif
Setelah kita memiliki pemahaman yang jelas tentang kebutuhan dan tujuan pengguna, kita dapat mulai menulis cerita pengguna yang efektif. Cerita pengguna adalah deskripsi singkat dan sederhana tentang fitur atau fungsi dari sudut pandang pengguna. Mereka biasanya mengikuti format “Sebagai [pengguna], saya ingin [tujuan], agar [alasan]”.
Format “Sebagai, saya ingin, agar”
Format “Sebagai, saya ingin, agar” adalah cara sederhana dan efektif untuk merancang cerita pengguna. Berikut contohnya:

“Sebagai seorang penumpang sering bepergian, saya ingin melihat jadwal penerbangan saya di perangkat mobile saya, agar saya dapat dengan mudah melacak rencana perjalanan saya.”
- “Sebagai” mewakili persona pengguna
- “Saya ingin” mewakili tujuan atau kebutuhan pengguna
- “Agar” mewakili manfaat atau nilai bagi pengguna
Menggunakan format ini membantu memastikan bahwa cerita pengguna difokuskan pada pengiriman nilai kepada pengguna.
Tiga C (Kartu, Percakapan, dan Konfirmasi)
tiga C (Kartu, Percakapan, dan Konfirmasi) untuk cerita pengguna penarikan tunai:
- Kartu: Sistem ATM harus memverifikasi bahwa kartu pengguna sah dan diizinkan untuk penarikan tunai. Ini mencakup memeriksa tanggal kedaluwarsa kartu, memastikan kartu tidak dilaporkan hilang atau dicuri, dan memeriksa bahwa PIN pengguna sesuai dengan yang terkait dengan kartu tersebut.
- Percakapan: Sistem ATM harus memandu pengguna melalui proses penarikan tunai dengan petunjuk dan petunjuk yang jelas. Ini mencakup menampilkan opsi penarikan tunai yang tersedia, mengonfirmasi jumlah tunai yang ingin ditarik pengguna, dan memberikan umpan balik mengenai status transaksi.
- Konfirmasi: Sistem ATM harus memberikan konfirmasi kepada pengguna bahwa penarikan tunai telah diproses dengan sukses. Ini mencakup menampilkan jumlah tunai yang dikeluarkan, memberikan bukti transaksi, dan memperbarui saldo rekening pengguna untuk mencerminkan penarikan tersebut.

Menulis Cerita Pengguna yang Efektif: Memanfaatkan Kriteria INVEST untuk Keberhasilan
Untuk memastikan bahwa cerita pengguna efektif, mereka juga harus memenuhi kriteria INVEST:
- Independen: Cerita pengguna harus saling independen, sehingga dapat dikerjakan dan diuji secara terpisah.
- Dapat dinegosiasikan: Cerita pengguna harus dapat dinegosiasikan dan terbuka untuk diskusi serta perubahan.
- Bermakna: Cerita pengguna harus memberikan nilai bagi pengguna dan bisnis.
- Dapat diperkirakan: Cerita pengguna harus dapat diperkirakan dalam hal waktu dan usaha yang dibutuhkan.
- Kecil: Cerita pengguna harus cukup kecil untuk dapat diselesaikan dalam satu sprint.
- Dapat diuji: Cerita pengguna harus dapat diuji, sehingga dapat divalidasi dan diverifikasi.
Dengan memastikan bahwa cerita pengguna memenuhi kriteria INVEST, kita dapat menulis cerita pengguna yang lebih efektif yang berfokus pada pengiriman nilai bagi pengguna dan bisnis.
4. Teknik membagi cerita pengguna besar menjadi yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola
Memecah cerita pengguna besar menjadi yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola dapat membantu membuat pengembangan lebih efisien dan memastikan bahwa setiap cerita pengguna memberikan nilai bagi pengguna. Berikut ini beberapa teknik untuk membagi cerita pengguna besar:
- Gunakan model “INVEST”: Model ini menyarankan bahwa cerita pengguna harus Independen, Dapat Dinegosiasikan, Bermakna, Dapat Diperkirakan, Kecil, dan Dapat Diuji. Dengan fokus pada karakteristik-karakteristik ini, kita dapat memecah cerita pengguna besar menjadi yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola.
- Gunakan pendekatan “Lapisan Vertikal”: Pendekatan ini melibatkan memecah cerita pengguna menjadi lapisan vertikal yang tipis yang dapat dikembangkan dan diuji secara independen. Pendekatan ini dapat membantu memastikan bahwa setiap cerita pengguna memberikan nilai bagi pengguna dan dapat diuji serta dirilis dengan cepat.
- Gunakan teknik “Pemetaan Cerita Pengguna”: Pemetaan cerita pengguna melibatkan pembuatan representasi visual perjalanan pengguna melalui sistem, yang dapat membantu mengidentifikasi celah dan peluang untuk memecah cerita pengguna besar.
5. Strategi untuk memprioritaskan cerita pengguna berdasarkan kebutuhan pengguna dan keterbatasan proyek
Memrioritaskan cerita pengguna sangat penting untuk memastikan bahwa upaya pengembangan difokuskan pada pengiriman nilai terbesar bagi pengguna. Berikut ini beberapa strategi untuk memprioritaskan cerita pengguna:
- Gunakan metode “MoSCoW”: Metode ini melibatkan mengkategorikan cerita pengguna sebagai “Harus Ada”, “Harus Dibuat”, “Bisa Ada”, atau “Tidak Akan Ada”. Pendekatan ini dapat membantu memastikan bahwa upaya pengembangan difokuskan pada fitur-fitur paling penting.
- Gunakan model “Kano”: Model ini melibatkan mengkategorikan kebutuhan pengguna sebagai “Dasar”, “Kinerja”, atau “Kebahagiaan”. Pendekatan ini dapat membantu memastikan bahwa upaya pengembangan difokuskan pada memenuhi kebutuhan pengguna yang paling penting.
- Libatkan pemangku kepentingan dalam pemrioritasan: Meminta masukan dari pemangku kepentingan, termasuk pengguna dan tim pengembangan, dapat membantu memastikan bahwa upaya pengembangan difokuskan pada fitur dan kebutuhan pengguna yang paling penting. Anda dapat menggunakan pemetaan cerita pengguna sebagai alat untuk memprioritaskan cerita pengguna Anda
Tujuan utama pemetaan cerita pengguna adalah membantu tim menciptakan pemahaman bersama mengenai kebutuhan pengguna dan persyaratan produk, serta memprioritaskan upaya pengembangan secara tepat. Dengan memecah cerita pengguna besar menjadi yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola, serta mengatur mereka dalam urutan logis, tim dapat lebih baik memvisualisasikan perjalanan pengguna melalui produk dan mengidentifikasi area di mana perbaikan dapat dilakukan. Ini membantu memastikan bahwa produk memenuhi kebutuhan pengguna sekaligus memenuhi tujuan bisnis dan keterbatasan teknis. Pemetaan cerita pengguna juga membantu memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi antar anggota tim dan pemangku kepentingan, memastikan bahwa semua pihak berada pada satu haluan dan bekerja menuju tujuan yang sama. Pada akhirnya, tujuan pemetaan cerita pengguna adalah menciptakan produk berkualitas tinggi yang memberikan nilai bagi pengguna dan memenuhi kebutuhan bisnis.

- Pemetaan cerita pengguna adalah proses visual
- Membantu menangkap dan mengorganisasi kebutuhan pengguna
- Bertujuan untuk menciptakan pemahaman bersama mengenai tujuan produk
- Melibatkan pemangku kepentingan utama, seperti pemilik produk, pengembang, dan pengguna akhir
- Membantu memecah cerita pengguna besar menjadi yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola
- Mengatur cerita pengguna dalam urutan logis untuk menciptakan “peta cerita”
- Menggambarkan perjalanan pengguna melalui produk
- Memungkinkan tim untuk memprioritaskan upaya pengembangan berdasarkan kebutuhan pengguna
- Memastikan bahwa produk memenuhi tujuan bisnis dan keterbatasan teknis
- Sering digunakan dalam metodologi pengembangan Agile
- Berfokus pada pengiriman produk berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan pengguna dan dikirim dalam waktu yang tepat
6. Teknik untuk menyempurnakan cerita pengguna berdasarkan umpan balik dari pemangku kepentingan dan anggota tim pengembangan
Menyempurnakan cerita pengguna berdasarkan umpan balik dari pemangku kepentingan dan anggota tim pengembangan sangat penting untuk memastikan bahwa cerita pengguna didefinisikan dengan baik dan memberikan nilai bagi pengguna. Berikut ini beberapa teknik untuk menyempurnakan cerita pengguna:
- Gunakan “Workshop Cerita Pengguna”: Workshop ini melibatkan pengumpulan pemangku kepentingan dan anggota tim pengembangan untuk menyempurnakan cerita pengguna berdasarkan umpan balik dan diskusi. Pendekatan ini dapat membantu memastikan bahwa cerita pengguna didefinisikan dengan baik dan memenuhi kebutuhan pengguna.
- Gunakan “Pemotongan Cerita”: Pendekatan ini melibatkan pemecahan cerita pengguna menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola berdasarkan umpan balik dari pemangku kepentingan dan anggota tim pengembangan. Pendekatan ini dapat membantu memastikan bahwa cerita pengguna didefinisikan dengan baik dan memberikan nilai bagi pengguna.
- Gunakan “Uji Coba Prototipe”: Pendekatan ini melibatkan pembuatan prototipe sistem dan pengujian dengan pengguna untuk mengumpulkan umpan balik dan menyempurnakan cerita pengguna berdasarkan kebutuhan pengguna.
7. Membuat Kriteria Penerimaan untuk Cerita Pengguna
Membuat kriteria penerimaan sangat penting untuk memastikan bahwa cerita pengguna didefinisikan dengan baik dan siap untuk dikembangkan. Berikut ini beberapa tips untuk membuat kriteria penerimaan:
- Gunakan pernyataan “Diberikan-Ketika-Maka”: Pernyataan ini memberikan struktur yang jelas untuk menggambarkan kriteria penerimaan. Pernyataan “Diberikan” menggambarkan kondisi awal, pernyataan “Ketika” menggambarkan tindakan yang dilakukan, dan pernyataan “Maka” menggambarkan hasil yang diharapkan.
- Libatkan pemangku kepentingan dalam membuat kriteria penerimaan: Meminta umpan balik dari pemangku kepentingan, termasuk pengguna dan tim pengembangan, dapat membantu memastikan bahwa kriteria penerimaan didefinisikan dengan baik dan memenuhi kebutuhan pengguna.
- Gunakan kriteria penerimaan untuk mengarahkan pengembangan: Kriteria penerimaan harus digunakan untuk memandu upaya pengembangan dan memastikan bahwa setiap cerita pengguna sepenuhnya diimplementasikan dan diuji sebelum rilis.
8: Berkolaborasi pada Cerita Pengguna dengan Pemangku Kepentingan
Menulis cerita pengguna yang efektif membutuhkan kolaborasi dengan pemangku kepentingan, termasuk pengguna, pemilik produk, pengembang, dan tester. Kolaborasi membantu memastikan bahwa cerita pengguna didefinisikan dengan baik dan memenuhi kebutuhan semua pemangku kepentingan.
Berkolaborasi dengan pengguna
Pengguna merupakan pemangku kepentingan kunci dalam proses pengembangan, karena mereka memberikan umpan balik berharga mengenai ketergunaan dan fungsi perangkat lunak. Berkolaborasi dengan pengguna melibatkan pengumpulan umpan balik tentang cerita pengguna dan mengintegrasikan umpan balik tersebut ke dalam proses pengembangan.
Cara-cara berkolaborasi dengan pengguna meliputi:
- Melakukan wawancara dan survei pengguna untuk mengumpulkan umpan balik mengenai kebutuhan dan titik kesulitan pengguna.
- Melakukan uji coba ketergunaan untuk mengumpulkan umpan balik mengenai ketergunaan dan fungsi perangkat lunak.
- Melibatkan pengguna dalam ulasan sprint dan demonstrasi untuk mengumpulkan umpan balik mengenai perangkat lunak saat sedang dikembangkan.
Berkolaborasi dengan pemilik produk
Pemilik produk bertanggung jawab untuk mendefinisikan dan memprioritaskan cerita pengguna. Berkolaborasi dengan pemilik produk melibatkan pemahaman terhadap visi mereka terhadap produk dan bekerja sama untuk mendefinisikan cerita pengguna yang memberikan nilai bagi pengguna dan bisnis.
Cara-cara berkolaborasi dengan pemilik produk meliputi:
- Melakukan sesi pemeliharaan backlog secara rutin untuk meninjau dan memprioritaskan cerita pengguna.
- Melibatkan pemilik produk dalam pertemuan perencanaan sprint untuk memastikan bahwa cerita pengguna didefinisikan dengan baik dan diprioritaskan.
- Memberikan pembaruan kemajuan secara rutin kepada pemilik produk untuk memastikan bahwa proses pengembangan selaras dengan visi mereka terhadap produk.
Berkolaborasi dengan pengembang dan tester
Pengembang dan tester memainkan peran penting dalam proses pengembangan, karena mereka bertanggung jawab untuk mengimplementasikan dan menguji cerita pengguna. Berkolaborasi dengan pengembang dan tester melibatkan bekerja sama dengan mereka untuk memastikan bahwa cerita pengguna didefinisikan dengan baik dan secara teknis layak dilakukan.
Cara berkolaborasi dengan pengembang dan pengujicoba meliputi:
- Melibatkan pengembang dan pengujicoba dalam pertemuan perencanaan sprint untuk memastikan bahwa cerita pengguna didefinisikan dengan baik dan layak secara teknis.
- Memberikan pembaruan kemajuan secara rutin kepada pengembang dan pengujicoba untuk memastikan mereka memiliki informasi yang dibutuhkan untuk menerapkan dan menguji cerita pengguna.
- Melakukan tinjauan kode dan sesi pengujian secara rutin untuk memastikan cerita pengguna diimplementasikan dengan benar dan memenuhi kebutuhan pengguna.
Dengan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan sepanjang proses pengembangan, kita dapat memastikan cerita pengguna didefinisikan dengan baik, memenuhi kebutuhan semua pemangku kepentingan, dan memberikan nilai bagi pengguna serta bisnis.
9. Tips untuk Menulis Cerita Pengguna yang Efektif
Menulis cerita pengguna yang efektif membutuhkan perhatian yang cermat terhadap detail dan fokus pada memberikan nilai bagi pengguna dan bisnis. Berikut ini beberapa tips untuk menulis cerita pengguna yang efektif:
Jaga agar tetap sederhana dan fokus
Cerita pengguna harus sederhana dan fokus pada memberikan nilai bagi pengguna. Hindari menambahkan kompleksitas atau fitur yang tidak memberikan nilai.
Gunakan bahasa yang jelas dan ringkas
Cerita pengguna harus menggunakan bahasa yang jelas dan ringkas yang mudah dipahami. Hindari menggunakan istilah teknis atau akronim yang mungkin tidak dikenal oleh pengguna.
Sertakan kriteria penerimaan
Kriteria penerimaan adalah kondisi spesifik yang harus dipenuhi agar cerita pengguna dianggap selesai. Memasukkan kriteria penerimaan membantu memastikan cerita pengguna didefinisikan dengan baik dan semua pihak memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang harus dilakukan.
Gunakan persona pengguna
Persona pengguna adalah representasi fiksi dari pengguna yang membantu mendefinisikan kebutuhan, tujuan, dan perilaku mereka. Menggunakan persona pengguna membantu memastikan cerita pengguna difokuskan pada memberikan nilai bagi pengguna tertentu.
Prioritaskan cerita pengguna
Memrioritaskan cerita pengguna membantu memastikan fitur-fitur paling penting dikembangkan terlebih dahulu. Prioritas harus didasarkan pada nilai yang diberikan kepada pengguna dan bisnis, serta kelayakan teknis.
Gunakan pemetaan cerita
Pemetaan cerita adalah teknik untuk memvisualisasikan cerita pengguna dan hubungan antar mereka. Pemetaan cerita membantu memastikan cerita pengguna didefinisikan dengan baik dan semua pihak memiliki pemahaman yang jelas tentang visi produk secara keseluruhan.
Jaga agar tetap Agile
Pengembangan Agile bersifat iteratif dan fleksibel, dan cerita pengguna harus mencerminkan hal ini. Cerita pengguna harus terbuka untuk diskusi dan perubahan, serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis yang berubah.
Dengan mengikuti tips-tips ini, kita dapat menulis cerita pengguna yang lebih efektif yang memberikan nilai bagi pengguna dan bisnis.
10. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Menulis Cerita Pengguna
Meskipun menulis cerita pengguna merupakan bagian penting dari pengembangan Agile, terdapat kesalahan umum yang dapat menghasilkan cerita pengguna yang tidak efektif. Berikut ini beberapa kesalahan umum yang harus dihindari:
Menulis cerita pengguna yang terlalu kompleks
Cerita pengguna harus sederhana dan fokus pada memberikan nilai bagi pengguna. Hindari menambahkan kompleksitas atau fitur yang tidak memberikan nilai. Cerita pengguna yang kompleks dapat menyebabkan kebingungan dan kurangnya pemahaman di kalangan pemangku kepentingan.
Menulis cerita pengguna yang samar
Cerita pengguna harus didefinisikan dengan baik dan spesifik. Hindari menulis cerita pengguna yang samar yang tidak memberikan arahan jelas tentang apa yang harus dilakukan. Cerita pengguna yang samar dapat menyebabkan kesalahan pemahaman dan kurangnya kejelasan di kalangan pemangku kepentingan.
Gagal memprioritaskan cerita pengguna
Memrioritaskan cerita pengguna sangat penting untuk memastikan fitur-fitur paling penting dikembangkan terlebih dahulu. Gagal memprioritaskan cerita pengguna dapat menyebabkan pemborosan waktu dan sumber daya pada fitur yang kurang penting.
Gagal bekerja sama dengan pemangku kepentingan
Bekerja sama dengan pemangku kepentingan sangat penting untuk memastikan bahwa cerita pengguna dirancang dengan baik dan memenuhi kebutuhan semua pemangku kepentingan. Gagal bekerja sama dengan pemangku kepentingan dapat menyebabkan kurangnya pemahaman dan terjadinya salah komunikasi di antara pemangku kepentingan.
Gagal menyertakan kriteria penerimaan
Kriteria penerimaan sangat penting untuk menentukan apa yang perlu dilakukan agar cerita pengguna dianggap selesai. Gagal menyertakan kriteria penerimaan dapat menyebabkan kebingungan dan kurangnya pemahaman di antara pemangku kepentingan.
Gagal beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis
Pengembangan Agile bersifat iteratif dan fleksibel, dan cerita pengguna harus mencerminkan hal tersebut. Gagal beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis dapat menyebabkan cerita pengguna menjadi tidak relevan atau tidak efektif lagi.
Dengan menghindari kesalahan umum ini, kita dapat menulis cerita pengguna yang lebih efektif dan memberikan nilai bagi pengguna serta bisnis.
11.: Praktik Terbaik untuk Memperbaiki dan Memelihara Cerita Pengguna
Memperbaiki dan memelihara cerita pengguna merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan perhatian yang cermat terhadap detail dan fokus pada pengiriman nilai bagi pengguna dan bisnis. Berikut ini beberapa praktik terbaik untuk memperbaiki dan memelihara cerita pengguna:
Secara terus-menerus meninjau dan memprioritaskan cerita pengguna
Cerita pengguna harus secara terus-menerus ditinjau dan diprioritaskan untuk memastikan bahwa mereka relevan dan memenuhi kebutuhan pengguna serta bisnis. Ini membantu memastikan bahwa sumber daya difokuskan pada fitur-fitur yang paling penting.
Perbaiki cerita pengguna sesuai kebutuhan
Cerita pengguna harus diperbaiki sesuai kebutuhan untuk memastikan bahwa mereka dirancang dengan baik dan memenuhi kebutuhan semua pemangku kepentingan. Memperbaiki cerita pengguna dapat melibatkan penambahan atau penghapusan fitur, pembaruan kriteria penerimaan, atau pencerahan terhadap kebutuhan pengguna.
Uji cerita pengguna untuk memastikan bahwa mereka memenuhi kriteria penerimaan
Menguji cerita pengguna sangat penting untuk memastikan bahwa mereka memenuhi kriteria penerimaan dan siap dirilis. Ini membantu memastikan bahwa cerita pengguna memberikan nilai bagi pengguna dan bisnis.
Komunikasikan perubahan kepada pemangku kepentingan
Perubahan pada cerita pengguna harus disampaikan kepada semua pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang sedang dikembangkan. Ini membantu memastikan bahwa semua pihak berada pada satu kesepakatan dan tidak ada kejutan selama pengembangan.
Gunakan metrik untuk mengukur keberhasilan
Metrik dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan cerita pengguna dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Metrik dapat mencakup kepuasan pengguna, tingkat adopsi, atau pendapatan yang dihasilkan.
Gunakan refleksi untuk terus-menerus meningkatkan
Refleksi merupakan bagian penting dari pengembangan Agile dan dapat digunakan untuk terus-menerus meningkatkan cerita pengguna. Refleksi melibatkan merefleksikan apa yang berjalan baik dan apa yang dapat diperbaiki untuk menyempurnakan dan mengoptimalkan proses pengembangan.
Dengan mengikuti praktik terbaik ini, kita dapat memperbaiki dan memelihara cerita pengguna yang memberikan nilai bagi pengguna dan bisnis.
12. Alat dan Teknik untuk Menulis dan Mengelola Cerita Pengguna
Ada beberapa alat dan teknik yang dapat digunakan untuk menulis dan mengelola cerita pengguna dalam proyek pengembangan Agile. Berikut ini beberapa pilihan populer:
Pemetaan cerita pengguna
Pemetaan cerita pengguna adalah teknik visual yang membantu mengatur dan memprioritaskan cerita pengguna. Peta cerita pengguna biasanya melibatkan pembuatan matriks yang menunjukkan tujuan pengguna, tugas pengguna, dan cerita pengguna, yang dapat membantu mengidentifikasi celah dan memprioritaskan fitur.
Pembuatan persona
Persona adalah karakter fiksi yang mewakili berbagai jenis pengguna yang akan menggunakan sistem. Membuat persona dapat membantu memastikan bahwa cerita pengguna dirancang dengan baik dan memenuhi kebutuhan semua pengguna.
Wawancara pengguna
Wawancara dengan pengguna dapat memberikan wawasan berharga mengenai kebutuhan pengguna dan membantu mengidentifikasi cerita pengguna yang memberikan nilai bagi pengguna. Wawancara pengguna dapat dilakukan secara langsung atau secara daring, tergantung pada kebutuhan proyek.
Alat manajemen proyek Agile
Alat manajemen proyek Agile, seperti JIRA atau Trello, dan Visual Paradigm dapat digunakan untuk mengelola cerita pengguna dan melacak kemajuan. Alat-alat ini biasanya memungkinkan pengguna untuk membuat, memprioritaskan, dan menugaskan cerita pengguna kepada anggota tim, serta memberikan visibilitas real-time terhadap status proyek.
Integrasi dan pengembangan berkelanjutan
Integrasi dan pengembangan berkelanjutan (CI/CD) adalah praktik pengembangan perangkat lunak yang melibatkan pengintegrasian perubahan kode secara terus-menerus dan menerapkannya ke lingkungan produksi. Pendekatan ini dapat membantu memastikan bahwa cerita pengguna dikirimkan dengan cepat dan dapat diandalkan.
Pengujian otomatis
Pengujian otomatis dapat digunakan untuk memastikan bahwa cerita pengguna memenuhi kriteria penerimaan dan siap dirilis. Pengujian otomatis dapat membantu mengurangi risiko kesalahan dan memberikan umpan balik cepat terhadap perubahan.
Dengan menggunakan alat dan teknik ini, kita dapat menulis dan mengelola cerita pengguna secara lebih efektif, serta memastikan bahwa mereka memberikan nilai bagi pengguna dan bisnis.
13. Kesimpulan
Menulis cerita pengguna yang baik merupakan aspek penting dalam pengembangan Agile, dan kriteria INVEST memberikan kerangka kerja yang bermanfaat untuk membuat cerita pengguna yang jelas, bernilai, dan mudah diimplementasikan. Proses pemetaan cerita pengguna dan perencanaan rilis juga membantu tim untuk memprioritaskan upaya pengembangan berdasarkan kebutuhan pengguna dan keterbatasan proyek, serta menciptakan pemahaman bersama mengenai persyaratan produk antara anggota tim dan pemangku kepentingan. Dengan mengikuti praktik terbaik ini, tim pengembangan dapat menciptakan produk berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan pengguna dan memberikan nilai bagi bisnis. Kolaborasi yang efektif dengan pemangku kepentingan dan tim pengembangan juga sangat penting bagi keberhasilan, dan tim harus proaktif dalam mencari umpan balik dan mengintegrasikannya ke dalam proses pengembangan. Dengan alat dan teknik ini, tim dapat membangun produk yang memenuhi kebutuhan pengguna dan mendorong kesuksesan bisnis.
Sumber Daya
- Apa itu Pengembangan Perangkat Lunak Agile?
- Apa itu Cerita Pengguna?
- Apa itu Pemetaan Cerita Pengguna?
- Cerita Pengguna vs Kasus Pengguna untuk Pengembangan Perangkat Lunak Agile
- Pendekatan Berbasis Kasus Pengguna untuk Pengembangan Agile
- Alat Terbaik Otomatis untuk Kerangka Kerja LeSS dalam Manajemen Proyek Agile











